Penyelesaian Perkara Li’an di Lingkungan Peradilan Agama Perspektif Hukum Islam

Authors

  • Abdul Ghoni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Mujtahadah Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v1i4.53

Keywords:

Li’an, Peradilan Agama, Hukum Islam

Abstract

Peradilan agama merupakan lembaga yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikan persoalan perdata umat Islam diantaranya persoalan li’an. Peradilan agama juga sebagai lembaga refresentatif dari aspirasi dan keinginan umat Islam untuk menerapkan prinsip-prinsip hukum Islam. Sehingga setiap penyelesaian perkara perdata umat Islam haruslah berdasarkan pada nilai-nilai hukum Islam. Inilah urgensi kenapa perlunya melakukan penelitian terhadap penyelesaian perkara li’an dilembaga peradilan agama, karena Kompilasi Hukum Islam (KHI) sebagai rujukan dan pedoman hakim dalam menyelesaikan perkara perdata umat Islam menjelaskan bahwa li’an hanya sah apabila dilaksanakan dihadapan sidang pengadilan agama. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) serta pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber dari buku-buku, tulisan, jurnal maupun penelitian-penelitian terdahulu. Hasilnya bahwa penyelesaian perkara li’an dilingkungan peradilan agama haruslah melalui tahapan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh peradilan agama yang berdasarkan pada prinsip dan nilai-nilai hukum Islam diantaranya apabila terjadi tuduhan suami terhadap isteri atau suami menyangkal anak yang dikandung isteri maka hakim memerintahkan penyelesaian perkara dengan cara li’an. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis serta memberikan pemahaman berkaitan dengan penyelesaian perkara li’an baik dalam perspektif peradilan agama maupun dalam hukum Islam.

 

References

Zainuddin, (2009). Hukum Perdata Islam di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika.

Mardani. (2016). Hukum Keluarga Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana Pranamedia Group.

Rusdaya Basri. (2019). Fiqih Munakahat 4 Mazhab dan Kebiajakan Pemerintah, Parepare: CV. Kaafah Learning Center.

Miza Nina Adlini, Anisya Hanifa Dinda, Sarah Yulinda, Octavia Chotimah, Sauda Julia Merliyana. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Jurnal Pendidikan, 6. (1), 2.

Team Pustaka Phoenix. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Baru, Jakarta: Pustaka Phoenix.

Wahbah az-Zuhaili. (2011). Fiqih Islam 9, alih Bahasa oleh, Abdul hayyi al-Kattani, Jakarta: Gema Insani.

Kementerian Agama RI. (2018). Buku Kompilasi Hukum Islam, Jakarta: Direktorat Bina Kua dan Keluarga Sakinah

Ibnu Rusyd. (1990). Bidayatul Mujtahid, alih Bahasa oleh M.A Abdurrahman dkk, Semarang: Asy-Syifa.

Sulaiman bin Ahmad bin Yahya Al-faifi. (2010). Muhktashar Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq, alih bahasa oleh Abdul Majid, Solo: PT. Aqwam Media Profetika.

Muhammad Ali Al Hasan. (2011). Tafsir Surat an-Nur, alih bahasa oleh Ustman Zaid, Bogor: Pustaka Thariqul Izzah.

Abdullah Tri Wahyudi. (2004). Peradilan Agama di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudirman L, (2021) Hukum Acara Peradilan Agama, Parepare :IAIN Parepare Nusantara Press.

Mahkamah Agung RI. (2011). Himpunan Peraturan Perundang-Undangan yang Berkaitan dengan Kompilasi Hukum Islam dengan Pengertian dalam Pembahasanya, Jakarta: Mahkamah Agung RI.

Amir Syamsuddin, (2009), Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Jakarta : Kencana.

Kosim. (2012). Fiqih Peradilan, (Yogyakarta: Diandra Press, 2012), cek.ke-1

Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama

Undang-Undang No. 14 tahun 1970 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.

Downloads

Published

2023-12-31

How to Cite

Ghoni, A. (2023). Penyelesaian Perkara Li’an di Lingkungan Peradilan Agama Perspektif Hukum Islam. Indo Green Journal , 1(4), 216 – 223. https://doi.org/10.31004/green.v1i4.53

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.