Hubungan BCS dengan Tampilan Reproduksi Sapi Perah pada Peternak Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang

Authors

  • Bayu Dwi Setiawan Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia
  • Aqil Adyatama Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia
  • Vian Dwi Chalisty Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia
  • Nain Ufidiyati Politeknik Negeri Banyuwangi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.480

Keywords:

BCS, Tampilan Reproduksi, Induk Sapi Perah, Per Conception

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Body Condition Score (BCS) memengaruhi reproduksi sapi perah pada peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Setidaknya 45 ekor sapi perah Friesian Holstein (PFH) telah melahirkan untuk penelitian ini. Survei kami bersifat observasional dengan pengambilan sampel yang disengaja. BCS (1-5), umur (3-5), dan bulan laktasi (1-6) diukur. Regresi linier sederhana dan korelasi Pearson digunakan dalam SPSS 26.0. BCS memiliki koefisien korelasi dan persamaan regresi sedang dengan layanan per konsepsi (0,459 dan Y = 4,33–1,09 X), estrus pasca melahirkan (0,594 dan Y = 202,3–38,831 X), dan hari terbuka (0,498 dan). Penelitian menunjukkan hubungan sedang antara BCS dan Reproductive Performance. Asupan nutrisi memengaruhi Reproductive Performance, bukan BCS. Diet kaya nutrisi mengoptimalkan kinerja hormon reproduksi dan memengaruhi estrus sapi perah.

References

Anisa, E., Y.S. Ondho dan D. Samsudewa. 2017. Pengaruh body condition score (BCS) berbeda terhadap intensitas birahi sapi induk Simmental Peranakan Ongole (SIMPO). J. Sains Peternakan. 12(2): 133–141.

Ansori, A.Y. 2020. Analisis pendapatan peternak sapi potong pada sistem kelompok di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Doctoral Dissertation.

Bindari, Y.R., S. Shrestha, N. Shrestha dan T.N. Gaire. 2013. Effects of nutrition on reproduction. Adv. App. Sci. Res. 4(1): 421–429.

Dewi, R.R., Wahyuningsih dan D.T. Widayati. 2011. Respon estrus pada kambing Peranakan Ettawa dengan body condition score 2 dan 3 terhadap kombinasi implant controlled internal drug release jangka pendek dengan injeksi Prostaglandin F2 Alpha. J. Kedokteran Hewan. 5(1): 11–16.

Handayani, U.F., Hartono dan Siswanto. 2014. Respon kecepatan timbulnya estrus dan lama estrus pada berbagai paritas sapi Bali setelah dua kali pemberian prostaglandin F2α (PGF2α). Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 2(1): 33–39.

Hertanto, Widiati dan Adiarto. 2012. Analisis ekonomi peternakan sapi perah rakyat dan strategi pengembangannya di dataran rendah. Buletin Peternakan. 36(2): 129–140.

Ihsan, M.N. 2010. Indeks fertilitas sapi Peranakan Ongole dan persilangannya dengan Limousin. J. Ternak Tropika. 11(2): 82–87.

Ihsan, M.N. dan S. Wahjuningsih. 2011. Penampilan reproduksi sapi potong di Kabupaten Bojonegoro. J. Ternak Tropika. 12(2): 76–80.

Imanto, N.Y., D.W. Harjanti dan R. Hartanto. 2018. Kadar glukosa darah dan laktosa susu pada sapi perah dengan pemberian suplemen herbal dan mineral proteinat. J. Riset Agribisnis dan Peternakan. 3(2): 16–21.

Indriani, A.P., A. Muktiani dan E. Pangestu. 2013. Konsumsi dan produksi protein susu sapi perah laktasi yang diberi suplemen temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan seng proteinat. J. Animal Agriculture. 2(1): 128–135.

Izquierdo, A.C. 2016. Best practices in animal reproduction: Impact of nutrition on reproductive performance livestock. J. Adv. Dairy Res. 4(3): 152–159.

Juliana, Amita, Madi dan Suharyati. 2015. Repeat Breeder pada sapi Bali di Kabupaten Pringsewu. J. Ilmiah Peternakan Terpadu. 3(2): 42–47.

Laura, Y., A. Adyatama, Y. Indra, Y. Achadri dan C.M. Airin. 2020. The effect of different physiological reproduction conditions on estradiol (E2) residues in local raw milk. Pakistan Journal of Nutrition. 19(2): 127–131.

Ma’ruf, M.J., E. Kurnianto dan B. Sutiono. 2017. Performa berahi sapi PO pada berbagai BCS yang disinkronisasi dengan medroxy progesterone acetate di Satuan Kerja Sumberejo Kendal. J. Ilmu-ilmu Peternakan. 27(2): 35–43.

Mulyanti dan Keraf. 2021. Suplementasi konsentrat untuk memperbaiki body condition score (BCS) sapi induk menjelang dikawinkan. J. Sains Peternakan. 16(1): 85–92.

Najwan, R., I. Maslahah dan L. Setiawan. 2016. Efisiensi reproduksi akseptor inseminasi buatan (IB) pada sapi perah Friesian Holstein di KUD Sumber Makmur Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. J. Ovozoa. 5(1): 46–50.

Nugroho, K., A. Anang dan H. Indrijani. 2015. Perbandingan model kurva produksi susu pada periode laktasi 1 dan 2 sapi Friesian Holstein berdasarkan catatan harian. J. Ilmu Ternak. 15(1): 30–33.

Nugroho, K., E.T. Setiatin dan Y.S. Ondho. 2019. Tampilan berahi dan evaluasi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi yang telah disinkronisasi berahinya di Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. J. Agromedia. 37(2): 91–98.

Nuryadi dan S. Wahjuningsih. 2011. Penampilan reproduksi sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin di Kabupaten Malang. Jurnal Ternak Tropika. 12(1): 76–81.

Ontario Farm Animal Council. 2020. Body Condition Scoring of Dairy Cattle [Internet]. Ontario.

Prihatno, S.A., A. Kusumawati, N.W. Kurniani dan B. Sumiarto. 2013. Prevalensi dan faktor risiko kawin berulang pada sapi perah pada tingkat peternak. Jurnal Sain Veteriner. 14(4): 152–161.

Purwasih, R., E.T. Setiatin dan D. Samsudewa. 2014. The effect of Anredera cordifolia (Ten.) Steenis supplementation on uterine involution process evaluated by oestrus postpartum behavior and ferning. JITAA. 39(1): 17–22.

Ratnani, H., Meles dan Mustofa. 2020. Penanganan gangguan reproduksi untuk meningkatkan efisiensi reproduksi pada sapi perah menuju swasembada susu di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung. Jurnal Layanan Masyarakat. 4(1): 43–52.

Siregar, S. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan SPSS. Bandung: Telkom University Press.

Siswati, L. dan R. Nizar. 2014. Kesejahteraan petani pola pertanian terpadu tanaman hortikultura dan ternak. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 17(1): 10–14.

Sodiq, A., P. Suwarno, F.R. Fauziyah, Y.N. Wakhidati dan P. Yuwono. 2017. Sistem produksi peternakan sapi potong di pedesaan dan strategi pengembangannya. Jurnal Agripet. 17(1): 60–66.

Suryana dan M. Yasin. 2015. Prospek pengembangan integrasi sawit-sapi di Kalimantan Selatan. Jurnal Litbang Pertanian. 43(1): 9–18.

Wahyuni, W., W. Purnama, T. Djatmikowati, F. Amaliah dan A. Samik. 2018. Kombinasi hormon PMSG dan HCG untuk pengobatan kasus hipofungsi gangguan reproduksi pada sapi dan kerbau di kegiatan UPSUS SIWAB 2017 di wilayah kerja Balai Besar Veteriner Maros. Prosiding Penyidikan Penyakit Hewan Rapat Teknis dan Pertemuan Ilmiah (RATEKPIL) dan Surveilans Kesehatan Hewan Tahun 2018, 514–522.

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Setiawan, B. D., Adyatama, A., Chalisty, V. D., & Ufidiyati, N. (2026). Hubungan BCS dengan Tampilan Reproduksi Sapi Perah pada Peternak Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Indo Green Journal , 4(2), 1518 – 1522. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.480

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.