Analisis Faktor Kejadian Kawin Berulang pada Sapi Perah di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang

Authors

  • Ma'ruf Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia
  • Aqil Adyatama Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.469

Keywords:

Kawin Berulang, Sapi Perah, Faktor Penyebab, Inseminasi Buatan, Kabupaten Magelang

Abstract

Kontribusi sapi perah di Indonesia sangat besar dalam memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat. Kecamatan Ngablak menjadi pusat peternakan sapi perah terbesar di Kabupaten Magelang, dengan populasi 582 ekor sapi. Perkawinan berulang merupakan masalah reproduksi yang umum terjadi pada peternakan sapi perah di Kecamatan Ngablak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi perkawinan berulang dan meneliti variabel-variabel yang mendasarinya pada sapi perah di kalangan peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilaksanakan dari Januari hingga Februari 2026 dengan metodologi survei menggunakan kuesioner langsung yang diberikan kepada peternak. Ukuran sampel dihitung menggunakan prosedur dengan prevalensi 30%, margin kesalahan 5%, dan tingkat kepercayaan 95%, menghasilkan 336 ekor sapi perah. Variabel yang dianalisis meliputi pemberian hijauan dan konsentrat, pengamatan estrus, pelaporan inseminasi buatan, dan nilai skor kondisi tubuh ternak. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan uji Chi-Square (X²) dengan perangkat lunak SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian perkawinan berulang pada tingkat peternak adalah 38,39%. Faktor penyebab utama terjadinya perkawinan berulang meliputi ketersediaan padang penggembalaan, ketersediaan konsentrat, skor kondisi tubuh (BCS), pengamatan estrus, dan pelaporan inseminasi buatan (AI) kepada inseminator (P=0,00S). Studi ini menyimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya perkawinan berulang pada sapi perah di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, merupakan kontributor penting terhadap terjadinya peristiwa tersebut.

References

Aprilia, M., Hartutik, & Marjuki. (2018). Evaluasi kandungan nutrien konsentrat sapi perah rakyat di Kabupaten Malang. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 1(1), 54–59.

Badan Pusat Statistik. (2019). Potret usaha pertanian Kabupaten Magelang menurut subsektor peternakan sapi perah. Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang.

Candra, D. A., & Anggriawan, R. (2020). Analysis biaya produksi usaha ternak sapi perah “Anugerah” di Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Jurnal Agriovet, 3(1), 1–10.

Chefany, H. F., Jannah, R. R., Nugroho, M. R., & Novita, Y. (2025). Analisis peran pasar induk dalam mendorong aktivitas pertumbuhan ekonomi lokal di Pasar Ibuh Payakumbuh. Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 1(2), 221–226.

Dwitarizki, Achadri, & Tyasari. (2018). Pengaruh body condition score terhadap service per conception dan gangguan reproduksi pada sapi Peranakan Ongole dan Simmental. Jurnal Agronomika, 12(2), 140–146.

Jaenudin, Amin, Setiadi, Sumarno, & Rahayu. (2018). Hubungan temperatur, kelembaban dan manajemen pemeliharaan terhadap efisiensi reproduksi sapi perah di Kabupaten Bogor. Acta Veterinaria Indonesiana, 6(1), 16–23.

Juliana, Amita, Madi, & Suharyati. (2015). Repeat breeder pada sapi Bali di Kabupaten Pringsewu. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(2), 42–47.

Kirwanto, & Widodo. (2014). Kejadian kawin berulang pada sapi di Kecamatan Wates Kulonprogo. Buletin Laboratorium Veteriner, 14(1), 13–16.

Kurniawan, S. D., Saraswati, T. R., & Isdadiyanto, S. (2018). Pengaruh pemberian mikromineral (Fe, Co, Cu, Zn), vitamin (A, B1, B12, C), dan jus mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap konsumsi pakan, bobot lemak abdominal dan jumlah folikel ovarium yang berkembang pada puyuh (Coturnix coturnix japonica L.). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 23(2), 43–47.

Laura, Y., Adyatama, A., Indra, Y., Achadri, Y., & Airin, C. M. (2020). The effect of different physiological reproduction conditions on estradiol (E2) residues in local raw milk. Pakistan Journal of Nutrition, 19(2), 127–131.

Ma’ruf, M. J., Kurnianto, E., & Sutiono, B. (2017). Performa berahi sapi PO pada berbagai body condition score yang disinkronisasi dengan medroxy progesterone acetate di Satuan Kerja Sumberejo Kendal. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 27(2), 35–43.

Muhuruna. (2016). Prevalensi dan faktor risiko kawin berulang pada sapi perah pada tingkat peternak di Desa Lebang, Kabupaten Enrekang (Skripsi). Universitas Hasanuddin, Makassar.

Mulyanti, & Keraf. (2021). Suplementasi konsentrat untuk memperbaiki body condition score (BCS) sapi induk menjelang dikawinkan. Jurnal Sains Peternakan, 16(1), 85–92.

Nugroho, K., Setiatin, E. T., & Ondho, Y. S. (2019). Tampilan berahi dan evaluasi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi yang telah disinkronisasi berahinya di Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Jurnal Agromedia, 37(2), 91–98.

Ratnani, H., Meles, & Mustofa. (2020). Penanganan gangguan reproduksi untuk meningkatkan efisiensi reproduksi pada sapi perah menuju swasembada susu di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung. Jurnal Layanan Masyarakat, 4(1), 43–52.

Rohmah, N., Ondho, Y. S., & Samsudewa, D. (2017). Pengaruh pemberian pakan flushing dan non flushing terhadap intensitas birahi dan angka kebuntingan induk sapi potong. Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 12(3), 290–298.

Simamora, T., Fuah, A., Atabany, A., & Burhanuddin. (2015). Evaluasi aspek teknis peternakan sapi perah rakyat di Kabupaten Karo Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 3(1), 52–58.

Supriadi, Winarti, & Sancaya. (2016). Pengaruh pemberian ransum berbagai kualitas pada produksi air susu peranakan sapi perah Friesian Holstein di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 20(1), 47–58.

Yekti, A. P. A., Bustari, W. O., Kuswati, Huda, A. N., Satria, A. T., & Susilawati, T. (2019). Male calf proportion on artificial insemination results by using sexed sperm with double dose on Ongole crossbred cows. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 378, 1–3.

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Ma’ruf, M., & Adyatama, A. (2026). Analisis Faktor Kejadian Kawin Berulang pada Sapi Perah di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Indo Green Journal , 4(2), 1494 – 1500. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.469

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.