Implementasi Kearifan Lokal Sulapa Eppa Sebagai Strategi Kultural Menuju Sekolah Ramah Anak di Kota Makassar

Authors

  • Bustan Buhari Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Patahuddin Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Hasni Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.167

Keywords:

Sulapa Eppa, Pendidikan Sejarah, Bulliying, Etnogafi, Makassar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi nilai kearifan lokal sulapa eppa sebagai strategi kultural pada pendidikan sejarah untuk menciptakan sekolah ramah terhadap lingkungan sosial dan mencegah perilaku perundungan di Kota Makassar. Fenomena kekerasan di sekolah dan perundungan yang marak terjadi menunjukkan adanya diskoneksi antara identitas budaya luhur dengan prilaku sosial murid di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dengan melalukan observasi partisipatif dan wawancara mendalam di SMAN 23 Makassar untuk memahami nilai-nilai sejarah yang diinternalisasikan dalam interaksi keseharian murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pilar sulapa eppa yang meliputi acca (cerdas), lempu (jujur), warani (berani), getteng(tegas) dapat menjadi energi positif bagi murid.  Implementasi terhadap etika sosial seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipakainge (saling mengingatkan) terbukti mampu meningkatkan empati dan kesadaran murid. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa kearifan lokal seperti acca, lempu, warani, dan getting efektif sebagai instrument rekayasa sosial dalam membangun ekosistem Pendidikan yang inklusif dan harmonis. 

References

Alamsyah, A. H. (2022). Implementasi budaya siri’na pacce di tengah arus kebudayaan populer. Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial dan Budaya, 3(1), 1–15.

Badewi, M. H. (2019). Nilai siri’ dan pesse dalam kebudayaan Bugis-Makassar dan relevansinya terhadap penguatan nilai kebangsaan. Jurnal Sosiologi Walisongo, 3(1), 79–96.

Budiasa, I. M. (2016). Paradigma dan teori dalam etnografi baru dan etnografi kritis. Dalam Prosiding Seminar Nasional Paradigma dan Teori-Teori Komunikasi dalam Ilmu Komunikasi (Vol. 1, hlm. 9–24).

Bustan, B. (2017). Kearifan lokal La Mellong Kajao Laliddong di kerajaan Bugis. Dalam Prosiding Seminar Nasional Himpunan Sarjana Ilmu-Ilmu Sosial (Vol. 2, hlm. 203–214).

Bustan, B., & Jumadi, J. (2024). Reaktualisasi siri’ sebagai pembelajaran nilai pada kepemimpinan masyarakat Bugis-Makassar. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 1100–1110.

Darmawan, K. Z. (2008). Penelitian etnografi komunikasi: Tipe dan metode. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 181–188.

Diananda, A. (2019). Psikologi remaja dan permasalahannya. ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(1), 116–133.

Fadilah, M. P., Alim, W. S., Zumrudiana, A., Lestari, I. W., Baidawi, A., Elisanti, A. D., & Km, S. (2021). Pendidikan karakter. Agrapana Media.

Hamzah, I., & Marwati, A. (2023). Revitalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam falsafah Bugis: Sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Jurnal Perspektif, 16(2), 141–152.

Herlin, H., Nurmalasari, A., Wahida, W., & Mamonto, M. (2020). Eksplorasi nilai-nilai sipakatau, sipakainge, sipakalebbi Bugis Makassar dalam upaya pencegahan sikap intoleransi. Alauddin Law Development Journal, 2(3), 284–292.

Hidayat, S., Leksono, S. M., Jamaludin, U., & Shintawati, S. (2023). Ethno pedagogy approach in preparing science learning in the society 5.0 era. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(7), 309–314.

Jusmiati, J. (2024). Bentuk dan makna simbolik sulapa’eppa sebagai falsafah hidup suku Bugis-Makassar. Journal Idea of History, 7(2), 121–132.

Khomsilawati, S. (2018). Penguatan karakter religius dalam pembelajaran sastra melalui adaptasi kearifan lokal. Dalam Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia (SENASBASA), 1(1).

Mahendra, A., Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Afgani, M. W., & Sirodj, R. A. (2024). Metode etnografi dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 159–170.

Nur, R. J., Wildan, D., & Komariah, S. (2023). Kekuatan budaya lokal: Menjelajahi 3S (sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge) sebagai simbol kearifan lokal. Mimesis, 4(2), 166–179.

Sari, M. P., Wijaya, A. K., Hidayatullah, B., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Penggunaan metode etnografi dalam penelitian sosial. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(1), 84–90.

Sukadari, S., Suyata, S., & Kuntoro, S. A. (2015). Penelitian etnografi tentang budaya sekolah dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 3(1), 58–68.

Widiyanto, D., Prananda, A. R., Novitasari, S. P., & Syahroni, M. (2024). Kearifan lokal dan Pancasila: Strategi penguatan nilai kebangsaan dalam pendidikan. PT Cakrawala Candradimuka Literasi.

Windiani, W., & Rahmawati, F. N. (2016). Menggunakan metode etnografi dalam penelitian sosial. DIMENSI: Journal of Sociology, 9(2).

Downloads

Published

2026-05-04

How to Cite

Buhari, B., Patahuddin, P., & Hasni, H. (2026). Implementasi Kearifan Lokal Sulapa Eppa Sebagai Strategi Kultural Menuju Sekolah Ramah Anak di Kota Makassar. Indo Green Journal , 4(2), 90 – 94. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.167

Issue

Section

Articles