Pengaruh Kombinasi Terapi Bermain Playdough yang Diselingi Kegiatan Ice Breaking terhadap Atensi Anak Usia 6 Tahun di TK Lestari Bandung
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i3.776Keywords:
Atensi Berkelanjutan, Ice-Breaking, Perilaku Berlebihan, Terapi Bermain PlaydoughAbstract
Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter, kemampuan kognitif, dan pengendalikan diri anak. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa anak usia 6 tahun di Kelas B1 TK Lestari memiliki kapasitas kognitif yang sangat unggul (lancar membaca dan berhitung), namun mengalami hambatan signifikan pada atensi berkelanjutan (sustained attention) serta menunjukkan perilaku berlebihan seperti tidak mampu duduk tenang dan sering berlari di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur pengaruh kombinasi terapi bermain playdough yang diselingi kegiatan ice-breaking terhadap atensi belajar anak usia 6 tahun di TK Lestari. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan kelompok eksperimen (Kelas B1) dan kelompok kontrol (Kelas B2). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur langsung menggunakan lembar observasi yang mencakup tiga indikator: durasi fokus, kemampuan mengikuti instruksi, dan frekuensi perilaku berlebihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, kedua kelompok berada pada tingkat atensi rendah. Setelah diberikan perlakuan, kelompok eksperimen memperoleh skor total atensi sebesar 6 (kategori sedang) dengan peningkatan durasi fokus mencapai 5–10 menit, sedangkan kelompok kontrol memperoleh skor 4 (kategori rendah) dengan durasi fokus kurang dari 5 menit. Terdapat selisih peningkatan sebesar +2 poin pada kelompok eksperimen. Kombinasi terapi bermain playdough dan ice-breaking terbukti efektif memperpanjang durasi perhatian, melatih fungsi eksekutif (inhibitory control), serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.
References
Gibb, R., Coelho, L., Van Rootselaar, N. A., Halliwell, C., MacKinnon, M., Plomp, I., & Gonzalez, C. L. R. (2021). Promoting executive function skills in preschoolers using a play-based program. Frontiers in Psychology, 12, 720225. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.720225
Goble, P., Flynn, T., Nauman, C., Almendarez, P., & Linstrom, M. (2021). Intervention implementation of Tools of the Mind for preschool children's executive functioning. Frontiers in Psychology, 12, 624140. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.624140
Manurung, M. P., & Simatupang, D. (2019). Meningkatkan konsentrasi anak usia 5–6 tahun melalui penggunaan metode bercerita di TK ST Theresia Binjai. Jurnal Usia Dini, 5(1), 58–75.
Metaferia, B. K., Futo, J., & Takacs, Z. K. (2021). Parents' views on play and the goal of early childhood education in relation to children's home activity and executive functions: A cross-cultural investigation. Frontiers in Psychology, 12, 646074. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.646074
Nurhayati, E. (2015). Memahami tumbuh kembang anak usia dini: Perspektif psikologi perkembangan. Awlady: Jurnal Pendidikan Anak, 1(2), 1–14.
Palupi, E. R. R., Utami, W., & Munfarida, A. I. (2023). Pengaruh kombinasi terapi bermain playdough dan origami dalam peningkatan konsentrasi belajar pada anak hiperaktif. [Artikel jurnal tanpa informasi volume/nomor/halaman].
Purwantini, R., Natunnada, S., Hasya, N., & Anisa. (2023). Inovasi media berbasis gambar, ice breaking, dan senam otak untuk meningkatkan konsentrasi siswa di sekolah dasar. Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar, 2(2), 145–156.
Putry, A. M. (2026). Pengaruh kombinasi terapi bermain playdough dan origami dalam peningkatan konsentrasi belajar pada anak hiperaktif di SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, S.H. [Skripsi, Universitas Jambi]. Repository Universitas Jambi.
Saniy, M. M. A., Hartono, H., & Sarwi. (2021). Analysis of the effect of ice breaking on interpersonal development of early childhood. Journal of Primary Education, 10(1), 1–8. https://doi.org/10.15294/jpe.v9i3.37727
Yoshikawa, H., Fujisawa, K. K., & Sato, M. (2022). Development of the START program for academic readiness and its impact on behavioral self-regulation in Japanese kindergarteners. Early Childhood Education Journal, 50, 855–866.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Salsassyiami Aristani, Nifa Haryanti, Lilis Suryani, Silvi Aprilianti, Alya Rahma, Rifqi Farisan Akbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








