Analisis Kepatuhan Minum Obat Tuberkulosis Paru di Puskesmas Pendopo Kabupaten Empat Lawang

Authors

  • Wulan Purnama Sari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang, Indonesia
  • Ali Harokan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang, Indonesia
  • Nurul Fitriah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i4.159

Keywords:

Kepatuhan Minum Obat, Tuberkulosis Paru, Motivasi, Dukungan Keluarga, Puskesmas Pendopo

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan global. Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TB terbanyak di dunia, berkontribusi 7,4% dari total kasus MDR/RR-TB global. Di Puskesmas Pendopo Kabupaten Empat Lawang, kasus TB terus meningkat dari 66 kasus (2023) menjadi 1.104 kasus (2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat TB paru di Puskesmas Pendopo Kabupaten Empat Lawang Tahun 2026. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 1.104 pasien TB paru dengan sampel 92 responden (purposive sampling, rumus Slovin). Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi, dan peran petugas. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda (backward stepwise). Hasil menunjukkan 46,7% responden patuh minum OAT. Variabel yang berhubungan bermakna adalah dukungan keluarga (p=0,05; OR=2,44), motivasi (p=0,00; OR=3,56), dan peran petugas (p=0,03; OR=2,91). Analisis multivariat menetapkan motivasi sebagai variabel paling dominan (p=0,00; OR=3,56; Nagelkerke R²=0,12). Puskesmas Pendopo perlu mengembangkan intervensi berbasis peningkatan motivasi pasien melalui konseling rutin, edukasi, dan pemberdayaan keluarga.

References

Alhaq, R., & Indawati, E. (2024). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis paru. Manuju: Malahayati Nursing Journal, 6, 4446–4454.

Armintoyono, R., & Rachman, A. (2023). Kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Ruang Isolasi RSUD Muara Teweh Tahun 2023. Journal of Nursing Invention, 4(2), 109–115.

Baharuddin, K. (2019). Faktor yang mempengaruhi tingkat kegagalan pengobatan pasien tuberkulosis paru pada anak di Puskesmas Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 13(6).

BPS Provinsi Sumatera Selatan. (2025). Kasus penyakit menurut kabupaten/kota dan jenis penyakit di Provinsi Sumatera Selatan, 2024. https://sumsel.bps.go.id/id/statistics-table

Deci, R. M. (2020). Self-determination theory: A macro theory of human motivation, development, and health. Journal of Health Psychology, 15(4), 1–18.

Elizah, W., Wahyudi, A., & Zaman, C. (2024). Analisis kepatuhan minum obat anti tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas tahun 2024. Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja, 9(1), 176–187.

Elisia, P., & Pelawi, A. M. P. (2024). Hubungan motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TBC. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6, 1647–1654.

Elsye, R., Rahmat, N. N., & Sari, R. P. (2023). Hubungan dukungan emosional keluarga dengan kepatuhan kontrol pengobatan pasien TBC paru di Puskesmas Kedopok. Jurnal Keperawatan, 2, 18–27.

Fadillah, R., & Elsye, R. (2025). Hubungan antara karakteristik keluarga dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan TB paru di Puskesmas Curuq. Riset Media Keperawatan, 8(1), 45–52.

Febriana, H., & Zaman, C. (2025). Analisis kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. Lentera Aisyyah, 6(1), 92–100.

Indawati, E. (2024). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis paru. Manuju: Malahayati Nursing Journal, 6, 4446–4454.

Janssoone, T., & Nakamoto, K. (2018). Medication adherence in tuberculosis: A systematic review. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 22(3), 310–318.

Kemenkes RI. (2020a). Buku saku pasien TB resistensi obat. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kemenkes RI. (2020b). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2022). Pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kemenkes RI. (2024). Buku saku tata laksana tuberkulosis anak dan remaja. Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2025). Buku panduan tenaga medis dan tenaga kesehatan tuberkulosis. https://www.tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2025/01/Buku-Panduan-Tenaga-Kesehatan-Tuberkulosis.pdf

Kemenkes RI. (2026). Tuberkulosis. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/kesehatan-lainnya/tuberkulosis

Khotimah, L., & Nugraheni, W. T. (2019). Dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan keluarga penderita tuberkulosis dalam terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 165–172.

Kusmiyani, R., & Rosela, K. (2024). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru di Puskesmas Samuda dan Bapinang Kotawaringin Timur. Jurnal Surya Medika (JSM), 10(1).

Letmau, W., Pora, Y. D., & Sadipun, D. K. (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di RSD Kalabahi Kabupaten Alor. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 10(1), 1–9.

Maura, I., & Nabila, N. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita TB paru. CoMPHI Journal, 4(2), 166–173.

Melina, A., Manihuruk, D. M., & Nofriandi, F. (2026). Hubungan dukungan keluarga dan pemanfaatan herbal medicine sebagai upaya preventif dengan kepatuhan pengobatan TB paru di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran.

Molina, M. A. (2023). Hubungan antara tingkat pendidikan, motivasi pasien dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum OAT pada penderita TBC paru. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 2(11), 984–992.

Murni, R., & Deski, F. I. (2026). Hubungan dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan, 4, 306–315.

Nofia, V. (2022). Hubungan motivasi dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Ilmiah, 13, 126–133.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018a). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018b). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Nur, Y. M., Sari, Y. K., & Fitriana, N. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi terhadap kepatuhan pengobatan TB di wilayah kerja Puskesmas Sungai Sariak. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi (JABJ), 13(September), 215–224.

Nursasi, A. Y. (2023). Health education and the increase in TB patient medication compliance. Jurnal Kesehatan, 14(2), 68–75.

Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). (2024). TB kita masih nomor dua di dunia. https://ppti.id/tb-kita-masih-nomor-dua-di-dunia/

Rahayu, T. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru di RS Bhayangkara TK. II Jayapura. Jurnal Siti Rufaidah, 3, 192–212.

Ramadhani, Y. (2024). Hubungan pengetahuan dan motivasi dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di RS Malahayati Medan. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 9, 17–27.

Rismawati, Sulaiman, E., & Dawu, A. E. (2024). Hubungan efek samping, dukungan keluarga dan jarak fasilitas kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, 3(3), 276–285.

Rumimpunu, R., & Kolibu, F. K. (2018). Hubungan antara dukungan keluarga dan dorongan petugas kesehatan dengan kepatuhan berobat penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Likupang Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal KESMAS, 7(4).

Saad, R., & Rahmawati. (2024). Evaluasi kepatuhan pasien tuberkulosis paru terhadap penggunaan OAT. Fakumi Medical Journal, 4(5), 349–357.

Saharuddin, M. A. (2024). Situasi TBC di Indonesia. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI.

Samory, U. S., Yunalia, E. M., Perdana, I. S. S., & Nurseskasatmata, S. E. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien terhadap pengobatan tuberkulosis paru di Puskesmas Urei-Faisei (URFAS). Indonesian Health Science Journal, 2(1), 37–45.

Samosir, J., & Halim, R. (2026). Faktor faktor keteraturan minum obat pada penderita tuberkulosis di Indonesia (Analisis Data SKI 2023). Jurnal Kesehatan Amanah, 10(1).

Setyowati, I., Aini, D. N., & Retnaningsih, D. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di RSI Sultan Agung Semarang. PROCEEDING BOOK The 2nd Widya Husada Nursing Conference, 2(1), 46–56.

Siallagan, M. S., & Sihotang, M. (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5, 1199–1208.

Siampo, R., & Masulili, F. (2024). Hubungan efek samping obat dan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pasien tuberkulosis paru. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(6), 2089–2098.

Siburian, V., & Anggraeni, T. (2023). Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. SEHATRAKYAT, 2(1), 160–168.

Siregar, N., & Iirianti, T. T. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien tuberkulosis paru di RS TK. IV 01.07.01. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(September), 2093–2102.

Solin, Y. R., & Yesika, R. (2025). Tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien tuberkulosis paru pada puskesmas di Kota Bengkulu. Bencoolen Journal of Pharmacy, 2.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syarif, S. (2023). Kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis dan faktor-faktor yang mempengaruhinya: Tinjauan sistematis. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.7454/epidkes.v7i1.6571

Tambane, R., & Rahayu, T. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di RS Bhayangkara TK. II Jayapura. Jurnal Siti Rufaidah, 3, 192–212.

Tunny, A., & Ahmad, R. (2025). Hubungan pengetahuan pasien TB paru dengan upaya pencegahan penularan TB paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Provinsi Maluku. Jurnal Higiene Sanitas, 1(1), 19–31.

Ulandari, N., & Wati, N. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru. Jurnal Kesmas Asclepius, 7, 288–297.

WHO. (2021). Systematic screening for active tuberculosis: Principles and recommendations. World Health Organization.

WHO. (2025a). Tuberkulosis. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis

WHO. (2025b). Global tuberculosis report 2025. World Health Organization.

Wulandini, P., & Qomariah, S. (2020). Hubungan peran pengawasan petugas kesehatan terhadap kepatuhan konsumsi obat pasien TBC di wilayah kerja Puskesmas. JKMM, 3(3), 155–160.

Yuniritha, E., & Kemenkes RI. (2020). Pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis. Kemenkes RI.

Downloads

Published

2026-10-28

How to Cite

Sari, W. P., Harokan, A., & Fitriah, N. (2026). Analisis Kepatuhan Minum Obat Tuberkulosis Paru di Puskesmas Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Indo Green Journal , 4(4), 391 – 396. https://doi.org/10.31004/green.v4i4.159

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>