Sigeh Pengunten Dance
Deep Learning Effects on Motor and Cognitive Skills
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i2.563Keywords:
Pembelajaran Mendalam, Keterampilan Motorik, Keterampilan Kognitif, Tari Sigeh Pengunten, Pendidikan SeniAbstract
Pendidikan tari di Indonesia menghadapi tantangan yang terus-menerus dalam mengembangkan kompetensi motorik dan kognitif siswa secara bersamaan melalui pendekatan pembelajaran konvensional berbasis imitasi. Penelitian ini meneliti dampak pedagogi pembelajaran mendalam terhadap keterampilan motorik dan kognitif siswa dalam mempelajari Sigeh Pengunten, tarian penyambutan tradisional masyarakat Lampung. Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen yang dilengkapi komponen observasional, penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas 10 di SMA Yadika Bandar Lampung sebagai peserta. Desain pre-test dan post-test diterapkan selama intervensi pembelajaran mendalam delapan minggu yang terdiri dari empat tahap pedagogis: aktivasi dan kontekstualisasi, eksplorasi konsep, praktik berwujud, dan refleksi metakognitif. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan baik pada keterampilan motorik (rata-rata skor meningkat dari 65,3 menjadi 82,6, kenaikan 26,5%) maupun keterampilan kognitif (dari 63,7 menjadi 84,1, kenaikan 32,0%), dengan signifikansi statistik p < 0,001. Korelasi yang kuat antara hasil tes motorik dan kognitif (r = 0,73) menegaskan bahwa kompetensi ini berkembang secara saling bergantung di bawah pengajaran deep learning. Temuan ini memberikan dukungan berbasis bukti untuk mengintegrasikan pendekatan deep learning ke dalam pendidikan seni tradisional di tingkat sekolah menengah di Indonesia, dengan implikasi untuk pengembangan kurikulum, praktik pengajaran, dan pelestarian warisan budaya.
References
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's educational objectives. Longman.
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university: What the student does (4th ed.). Open University Press.
Brookfield, S. D. (2017). Becoming a critically reflective teacher (2nd ed.). Jossey-Bass.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Eisner, E. W. (2002). The arts and the creation of mind. Yale University Press.
Entwistle, N. (2009). Teaching for understanding at university: Deep approaches and distinctive ways of thinking. Palgrave Macmillan.
Firmansyah, R., & Oktavia, L. (2021). Tari Sigeh Pengunten sebagai identitas budaya Lampung dalam pendidikan seni di sekolah menengah. Jurnal Seni dan Pembelajaran, 9(2), 87–99. https://doi.org/10.24036/jse.v9i2.112
Gallagher, S. (2005). How the body shapes the mind. Oxford University Press.
Hanna, J. L. (2008). A nonverbal language for imagining and learning: Dance education in K–12 curriculum. Educational Researcher, 37(8), 491–506. https://doi.org/10.3102/0013189X08326032
Hetland, L., Winner, E., Veenema, S., & Sheridan, K. M. (2013). Studio thinking 2: The real benefits of visual arts education (2nd ed.). Teachers College Press.
Hidayat, R. (2022). Pedagogi tari tradisional Indonesia: Antara preservasi budaya dan inovasi pembelajaran. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 22(1), 1–14. https://doi.org/10.15294/harmonia.v22i1.33211
Jazuli, M. (2016). Strategi pembelajaran seni budaya di sekolah menengah: Tinjauan terhadap pendekatan permukaan dan mendalam. Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, 1(2), 105–118.
Laban, R. (1988). The mastery of movement (4th ed., Rev. L. Ullmann). Northcote House.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.
Miksza, P., & Tan, L. (2015). Predicting collegiate wind players' practice efficiency, flow, and self-efficacy for self-regulation: An exploratory study of relationships between teachers' communication and student musicians' practicing. Journal of Research in Music Education, 63(2), 162–179. https://doi.org/10.1177/0022429415583474
Murgiyanto, S. (2019). Seni pertunjukan Indonesia: Sebuah perjalanan. Yayasan Obor Indonesia.
Oreck, B. (2018). Trust your teachers: Controlled creativity and teacher decision-making in culturally responsive arts education. Education & the Arts, 19(3), 1–18.
Puspita, D., & Wahyuni, S. (2020). Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran tari tradisional di SMA: Studi kasus di Lampung Tengah. Jurnal Seni Tari, 9(1), 22–31. https://doi.org/10.15294/jst.v9i1.31842
Rohidi, T. R. (2016). Pendidikan seni: Isu dan paradigma. Cipta Prima Nusantara.
Santrock, J. W. (2017). Educational psychology (6th ed.). McGraw-Hill Education.
Schmidt, R. A., & Lee, T. D. (2011). Motor control and learning: A behavioral emphasis (5th ed.). Human Kinetics.
Smith, L. T. (2015). Decolonizing methodologies: Research and indigenous peoples (2nd ed.). Zed Books.
Stinson, S. W. (2016). Moving and learning. In C. Hanley (Ed.), Embodied curriculum theory and research in arts education (pp. 45–62). Springer.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Varela, F. J., Thompson, E., & Rosch, E. (1991). The embodied mind: Cognitive science and human experience. MIT Press.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Yuliawan, D., & Supriyanto, E. (2021). Pengaruh kontekstualisasi budaya dalam pembelajaran tari Jawa klasik terhadap keterampilan teknis dan pemahaman estetik siswa SMA. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 36(3), 287–298. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1497
Zulkifli, A., Rosmiati, A., & Rustiyanti, S. (2022). Implementasi pendekatan berbasis proyek dalam pembelajaran seni tari tradisional di sekolah menengah atas. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(1), 1–15. https://doi.org/10.24832/jpnk.v7i1.2143
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fitri Rhamadia, Nova, Syahrul Syah Sinaga, Hartono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








