Perbedaan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Mencetak Dari Pelepah Pisang di TK Seminari ST Yoseph Parsoburan Kecamatan Habinsaran

Authors

  • Palija Lubis Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Anada Leo Virganta Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.442

Keywords:

Motorik Halus, Mencetak, Pelepah Pisang

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami perbedaan dalam proses mencetak yang menggunakan pelepah pisang. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain pre-ekspemental, yaitu one group pretest posttest. Populasi penelitian ini mencakup semua anak Kelompok B, yaitu terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Variabel penelitian ini adalah kegiatan mencetak dengan menggunakan pelepah pisang sebagai variabel bebas dan Motorik Halus sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Kanak-kanak Seminari St Yoseph Parsoburan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi. Dari hasil tes akhir yang dilakukan, diperoleh nilai rata-rata pada pretest sebesar 7, sedangkan rata-rata pada posttest mencapai 12. Maka ada perbedaan dalam mencetak dengan pelepah pisang yang mempengaruhi perkembangan motorik halus pada anak usia 5 sampai 6 tahun di Tk Seminari St Yoseph Parsoburan.

References

Afriani, A., dkk. (2024). Pengaruh media busy board terhadap perkembangan motorik halus anak di TK Tunggul Hitam Padang, 2(2), 115–126.

Anggraini, E. S., Silalahi, T. G., & Medan, U. N. (2024). Peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan origami dan meronce di RA Baiturahman, 4(2), 433–436.

Astuti, A. Y. (2022). Pengaruh media kinetik sand terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan memegang pensil. Jurnal Pendidikan dan Konseling.

Astuti, A. Y. (2023). Pengaruh media kinetik sand terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Ababil Kota Paralam. Jurnal Pendidikan dan Konseling.

Ayres, A. J. (1972). Sensory integration and learning disorders. Los Angeles, CA: Western Psychological Services.

Case-Smith, J., & O’Brien, J. C. (2010). Occupational therapy for children (6th ed.). St. Louis, MO: Elsevier Mosby.

Fadilah, M. (2012). Desain pembelajaran PAUD: Tinjauan teoritis dan praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Fatmawati, F. A. (2020). Pengembangan fisik motorik anak usia dini. Jawa Timur: Gramedia Communication.

Goodway, J. D., dkk. (2006). Understanding motor development: Infants, children, adolescents, adults (6th ed.). Boston, MA: McGraw-Hill Education.

Hasanah, E. W. H., & Harahap, H. K. H. (2023). Efektivitas melipat kertas dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 5–6 tahun di TK Islam Sukoharjo 2 Lampung. Jurnal Pendidikan Tuntas, 1(4), 475–481.

Hasnida. (2015). Analisis kebutuhan anak usia dini. Jakarta Timur: Luxima.

Herman. (2021). Meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan menggunting menggunakan pola pada anak usia dini, 235–242.

Hurlock, E. B. (2013). Developmental psychology: A life-span approach (7th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.

Isnawati, & Sapi, M. (2022). Melatih motorik halus anak melalui kegiatan meronce: Studi kasus lembaga pendidikan Islam di Aceh Tengah. Bunnaya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3(2), 164–183.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2015). Salinan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan anak usia dini. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Khadizah, dkk. (2020). Perkembangan fisik motorik anak usia dini. Jakarta: Kencana.

Putri, A. (2018). Pengaruh kegiatan mencetak dengan media alam terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 5(2), 45–52.

Rahmawati, D. (2020). Penggunaan media kreatif untuk meningkatkan koordinasi mata-tangan dan kepercayaan diri anak usia dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 8(1), 23–31.

Ramadhani, R., Sinaga, R., & Asih, S. M. (2023). Metodologi pengembangan motorik anak usia dini berbasis project.

Rudiyanto, A. (2016). Perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak usia dini. Lampung: Darussalam Press Lampung.

Safitri, L. (2022). Perkembangan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan memegang pensil. Jurnal Anak Usia Dini.

Santrock, J. W. (2011). Child development (13th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.

Setianingsih, F. L., dkk. (2024). Memajukan keterampilan motorik halus pada anak usia dini melalui intervensi buku aktif di Indonesia.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D (D. I. S. S. P. MT, Ed.).

Sujiono, B., Sumantri, M. S., & Chandrawati, T. (2010). Modul PGTK: Hakikat perkembangan motorik anak.

Sujiono, B. (2015). Metode pengembangan fisik. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Sumantri, M. (2005). Perkembangan motorik halus pada anak usia dini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syahputri, R., & Simaremare, A. (2023). Pengaruh bermain playdough terhadap kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Kristen Bina Misi Pniel. II(1), 69–75.

Wiyani, N. A. (2014). Psikologi perkembangan anak usia dini. Yogyakarta: Gava Media.

Wulan, D. S. A. (2017). Peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan pembelajaran practical life. 18(1).

Wulan, D. S. A. (2020). Penggunaan portofolio dalam penilaian perkembangan motorik halus anak usia dini di PAUD Al Wafi Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat. Jurnal Usia Dini, 6(2), 28.

Yohamadika, H., Herman, & Iliyas, S. N. (2023). Pengaruh kegiatan mencetak menggunakan media pelepah pisang terhadap keterampilan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Jurnal Ilmu Pendidikan.

Downloads

Published

2026-06-10

How to Cite

Lubis, P., & Virganta, A. L. (2026). Perbedaan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Mencetak Dari Pelepah Pisang di TK Seminari ST Yoseph Parsoburan Kecamatan Habinsaran. Indo Green Journal , 4(2), 1398 – 1402. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.442

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.