Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Kelompok A di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i2.220Keywords:
Motorik Halus, Finger Painting, Project Based LearningAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak Kelompok A di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon. Dari 10 anak, hanya 20% yang memiliki kemampuan motorik halus yang baik, sementara 80% lainnya mengalami kesulitan dalam tugas-tugas dasar seperti memegang pensil, menyusun balok, dan menggunting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan finger painting dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 10 anak kelompok A yang berusia 4-5 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Pada siklus I, persentase ketuntasan mencapai 60% (6 anak kategori Berkembang Sesuai Harapan), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 100% (2 anak BSH dan 8 anak Berkembang Sangat Baik), sehingga melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 85%. Simpulan penelitian ini adalah bahwa kegiatan finger painting dengan model PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
References
Amalia, R., & Mayar, F. (2021). Meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan finger painting pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 112–125.
Aqib, Z. (2011). Penelitian tindakan kelas untuk guru SD, SLB, dan TK. Bandung: Yrama Widya.
Astuti, W. (2020). Stimulasi motorik halus anak usia dini melalui kegiatan seni rupa. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 654–663.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kemendikbud.
Piek, J. P., Kane, R., Rigoli, D., McLaren, S., Roberts, C. M., Rooney, R., & Jensen, L. (2018). The relationship between fine motor skills and social competence in young children. Journal of Applied Developmental Psychology, 55, 123–131.
Putri, D. A., & Wantah, M. J. (2023). Implementasi Project Based Learning dalam pengembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak dan Keluarga, 5(2), 88–102.
Rawung, R. K. (2024). Pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan motorik halus anak usia dini. Manado: Universitas Negeri Manado Press.
Suwaryaningrat, N. D. E. (2023). Peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru PAUD, 6(1), 78–89.
Tolukun, S. (2022). Efektivitas finger painting terhadap pengembangan motorik halus anak TK. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 145–156.
Wahyuni, S., & Erdiyanti, E. (2020). Penerapan finger painting untuk meningkatkan motorik halus anak kelompok B. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo, 7(2), 98–107.
Wahyuningsih, S., Pudjawan, K., & Margunayasa, I. G. (2022). Finger painting berbasis pendekatan saintifik untuk meningkatkan motorik halus anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 10(1), 34–43.
Wantah, M. J. (2022). Model pembelajaran Project Based Learning untuk PAUD. Yogyakarta: Deepublish
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yunita H. Sinulakon, Ni Dewi Eka Suwaryaningrat, Refien Khouni S. Rawung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








