Psikoedukasi Berbasis Komitmen Organisasi untuk Meningkatkan Komitmen Organisasi KSH di RW X Kelurahan X

Authors

  • Fia Risma Maulidiyah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
  • Yanto Prasetyo Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.266

Keywords:

Psikoedukasi, Komitmen Organisasi, KSH, Partisipasi Kader, Psikologi Komunitas

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi komitmen organisasi pada KSH RW X Kelurahan X serta memberikan psikoedukasi berbasis komitmen organisasi untuk meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab kader dalam menjalankan tugas KSHS Hebat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada munculnya berbagai permasalahan setelah diterapkannya kebijakan KSHS Hebat yang mengintegrasikan seluruh kader ke dalam sistem kerja lintas bidang. Perubahan tersebut menyebabkan meningkatnya beban kerja, ketidakseimbangan pembagian tugas, rendahnya inisiatif, kurangnya kedisiplinan, serta menurunnya keterlibatan sebagian kader dalam menjalankan tugas komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan psikologi komunitas dengan metode asesmen berupa observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan skala komitmen organisasi yang mengacu pada teori komitmen organisasi Meyer dan Allen yang terdiri atas komitmen afektif, kontinuans, dan normatif. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian KSH mengalami kebingungan terhadap sistem kerja baru, kelelahan fisik dan mental, serta kesulitan membagi fokus antara peran kader dan tanggung jawab pribadi.

References

Allen, N. J., & Meyer, J. P. (1997). Commitment in the workplace: Theory, research, and application. Sage Publications.

Blatner, A., & Wiener, D. (2007). Interactive and improvisational drama. Springer.

Durand, V. M., & Barlow, D. H. (2006). Essentials of abnormal psychology. Thomson Wadsworth.

Festinger, L. (1950). Informal social communication. Psychological Review, 57(5), 271–282.

Mathieu, J. E., & Zajac, D. M. (1990). A review and meta-analysis of the antecedents, correlates, and consequences of organizational commitment. Psychological Bulletin, 108(2), 171–194.

McMillan, D. W., & Chavis, D. M. (1986). Sense of community. Journal of Community Psychology.

Meyer, J. P., & Allen, N. J. (1991). A three-component conceptualization of organizational commitment. Human Resource Management Review, 1(1), 61–89.

Meyer, J. P., Allen, N. J., & Smith, C. (1993). Commitment to organizations and occupations. Journal of Applied Psychology.

Nurhidayati, N., & Sari, R. D. (2022). Pengaruh beban kerja dan dukungan organisasi terhadap komitmen KSH Posyandu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(2), 87–95.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior. Pearson Education.

Santrock, J. W. (2011). Life-span development. McGraw-Hill.

Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interactions. Wiley.

Suseno, M. N., & Sugiyanto. (2016). Pengaruh dukungan sosial dan kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasi dengan mediator motivasi kerja. Jurnal Psikologi, 37(1), 94–109.

Vandenberghe, C. (2009). Organizational commitments. Journal of Management Studies.

Downloads

Published

2026-06-06

How to Cite

Maulidiyah, F. R., & Prasetyo, Y. (2026). Psikoedukasi Berbasis Komitmen Organisasi untuk Meningkatkan Komitmen Organisasi KSH di RW X Kelurahan X. Indo Green Journal , 4(2), 1121 – 1128. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.266

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.