Analisis Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten dan Jawa Barat Tahun 2019–2023

Kajian Komparatif Rasio Fiskal

Authors

  • Muhtarom Universitas Terbuka, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v2i3.253

Keywords:

Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Fiskal, Desentralisasi Fiskal, PAD, Otonomi Daerah, Provinsi Banten, Jawa Barat

Abstract

Kemandirian keuangan daerah merupakan indikator strategis keberhasilan otonomi daerah yang menggambarkan kemampuan pemerintah daerah membiayai urusan pemerintahan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kemandirian keuangan daerah kabupaten/kota di Provinsi Banten dan Jawa Barat periode 2019–2023 menggunakan pendekatan analisis rasio keuangan daerah secara komparatif. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif terhadap data realisasi APBD 34 kabupaten/kota (8 Banten, 27 Jawa Barat, minus 1 data tidak lengkap), bersumber dari DJPK Kemenkeu. Rasio yang dihitung meliputi: rasio kemandirian, rasio ketergantungan, rasio desentralisasi fiskal, rasio efektivitas PAD, dan rasio pertumbuhan PAD. Hasil menunjukkan rata-rata rasio kemandirian kabupaten/kota di Banten sebesar 19,8% (kategori 'Kurang') dan Jawa Barat sebesar 27,4% (kategori 'Kurang'), dengan tren meningkat pasca pandemi COVID-19. Daerah dengan kemandirian tertinggi adalah kota-kota besar dengan basis industri dan perdagangan yang kuat, sementara daerah paling bergantung adalah kabupaten rural di ujung selatan dan barat kedua provinsi. Rasio desentralisasi fiskal rata-rata 22,1% menunjukkan masih dominannya peran transfer pusat. Studi ini merekomendasikan intensifikasi pajak dan retribusi daerah serta implementasi OPSEN UU HKPD sebagai strategi peningkatan kemandirian.

References

Akita, T., Riadi, A. A., & Rizal, A. (2021). Fiscal disparities in Indonesia in the decentralization era: Does general allocation fund equalize fiscal revenues? Regional Science Policy & Practice, 13(6), 1842–1865. https://doi.org/10.1111/rsp3.12326

Andriana, N. (2020). Pengaruh dana perimbangan dan belanja modal terhadap kemandirian daerah. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN), 1(2), 105–113.

Andriyani, D., & Handayani, S. W. (2022). Analisis kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 53–63.

Devitriana, D., & Jafar, R. (2024). Pengaruh PAD, dana transfer, dan belanja modal terhadap kemandirian fiskal daerah. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 13(1), 77–90.

Fadhila, L. S., & Susilowati, D. (2025). Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terhadap kemandirian keuangan pemerintah daerah (studi kasus pada pemerintah provinsi di Indonesia tahun 2018–2021). Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, dan Kewirausahaan, 12, 1428–1448. https://doi.org/10.30640/ekonomika45.v12i2.4607

Fadillah Yulkhaq, M. Z., & Amiranto, J. D. (2024). Pengaruh pendapatan asli daerah (PAD), dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK) terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah (studi kasus pada kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur tahun 2018–2022). Jurnal Bisnis, 4(2). https://doi.org/10.69957/grjb.v4i02.1708

Hakiki, D., Tumija, & Agustina, I. (2023). Rasio kemandirian daerah dan belanja daerah terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Sekadau. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik, 10(1), 56–78.

Halim, A. (2004). Manajemen keuangan daerah. UPP AMP YKPN.

Halim, A., & Kusufi, M. S. (2014). Teori, konsep dan aplikasi akuntansi sektor publik (2nd ed.). Salemba Empat.

Hardiana, R. D., Tanuatmodjo, H., & Kurniati, F. (2020). Desentralisasi fiskal dan tingkat kemandirian daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2015–2019. Jurnal Pendidikan Akuntansi dan Keuangan, 8(2), 197–210.

Indriani, S., Sitorus, F. S., Tobing, M. L., Adli, K., & Kemala, P. (2025). Analisis rasio kinerja keuangan daerah pemerintahan Kota Medan tahun 2019–2023. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 4(3), 5020–5030.

Ijtihad, R., & Harsono, I. (2024). Pengaruh rasio kemandirian daerah, efektifitas PAD, dan pengelolaan belanja daerah terhadap kinerja keuangan daerah. Jurnal Gara-Gara, 18(1). https://doi.org/10.35327/gara.v18i1.732

Isnowati, S., & Masdjojo, G. N. (2024). Analisis kinerja pendapatan daerah dan kemandirian daerah pada masa otonomi daerah. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8(3), 113–126. https://doi.org/10.31955/mea.v8i3.4408

Latifa, A., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Naldi, H. (2025). Desentralisasi fiskal: Tantangan pengelolaan pengeluaran daerah dalam mewujudkan otonomi keuangan daerah. Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 7(3), 411–417. https://doi.org/10.24036/jmiap.v7i3.1237

Lewis, B. D. (2023). Indonesia's new fiscal decentralisation law: A critical assessment. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 59(1), 1–28. https://doi.org/10.1080/00074918.2023.2180838

Novianti, D., & Farouq, J. (2022). Pengaruh pendapatan asli daerah (PAD) terhadap kemandirian keuangan daerah pemerintah Kota Bandung. Indonesian Accounting Research Journal, 2(3), 244–250. https://doi.org/10.35313/iarj.v2i3.4127

Nurvaliza, S., & Hamdani Putra, G. (2024). Pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum terhadap tingkat kemandirian keuangan pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Revenue: Jurnal Akuntansi, 4(2). https://doi.org/10.46306/rev.v4i2

Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. Harcourt Brace.

Oates, W. E. (1999). An essay on fiscal federalism. Journal of Economic Literature, 37(3), 1120–1149.

Permatasari, D. A., & Trisnaningsih, S. (2022). Pengaruh kemandirian, efektifitas pendapatan asli daerah dan belanja daerah terhadap kinerja keuangan daerah. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(3), 1573. https://doi.org/10.33087/jiubj.v22i3.2581

Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Rivandi, M., & Anggraini, Y. (2022). Pengaruh pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap kemandirian keuangan daerah pada kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2016–2021. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(2), 6831–6842.

Septianingrum, N. A., Halim, A., & Utami, T. P. (2025). Local expenditure financing response in regencies and municipalities in Indonesia: Analysis of the flypaper effect phenomenon. Journal of Accounting and Investment, 26(1), 1–17. https://doi.org/10.18196/jai.v26i1.23983

Sulhia, & Yuniarta, G. A. (2025). Analisis kemandirian keuangan daerah Provinsi Bali tahun 2022–2024. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI), 5(1).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Downloads

Published

2024-09-30

How to Cite

Muhtarom, M. (2024). Analisis Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten dan Jawa Barat Tahun 2019–2023: Kajian Komparatif Rasio Fiskal. Indo Green Journal , 2(3), 216 –221 . https://doi.org/10.31004/green.v2i3.253

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.