Spiritualitas Tradisi Dumbek dalam Sedekah Bumi Sulang

Sajian Syukur Multikultural

Authors

  • Moh Sugihariyadi Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hidayat (STAILA) Lasem, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i3.814

Keywords:

Dumbek, Sedekah Bumi, Religiusitas, Multikulturalisme, Fenomenologi Hermeneutik

Abstract

Di tengah arus modernisasi dan puritanisme agama, tradisi komunal Sedekah Bumi di Desa Pedak, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang tetap eksis sebagai ruang pertahanan kultural dan ekspresi spiritualitas masyarakat agraris. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar konstruksi nilai religiusitas dan manifestasi multikulturalisme di balik simbolisme jajanan tradisional Dumbek dalam tradisi Sedekah Bumi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik Paul Ricoeur, data dikumpulkan melalui pengamatan terlibat, dokumentasi, serta wawancara mendalam bersama tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Analisis data menerapkan teknik Busur Hermeneutika melalui tiga tahapan utama: penjelasan, pemahaman, dan penafsiran akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dumbek bukan sekadar produk kuliner ritual, melainkan sebuah teks spiritual yang sarat makna teologis. Bentuk geometri spiral mengerucut merepresentasikan suluk—perjalanan spiritual vertikal manusia menuju transendensi Ilahi (hablun minallah) dan puncak tauhid. Pembungkus daun lontar melambangkan inayah atau perlindungan Tuhan , sedangkan cita rasa manis legit melambangkan esensi rasa syukur atas berkah kosmis. Secara sosiokultural, ritus pembagian Dumbek secara komunal berfungsi sebagai medium ruang perjumpaan sosial (cultural space) yang meleburkan sekat dikotomi antara kelompok santri dan abangan melalui gotong royong serta tradisi berbagi pangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akulturasi pangan tradisional mampu mematangkan teologi lokal yang inklusif dan harmonis, sekaligus menjadi pilar penguat kerukunan sosial serta aset resolusi konflik berbasis kearifan lokal di tingkat pedesaan.

References

Anggara, Arfan Bita, Emy Wuryani, and Tri Widiarto. 2023. “Dumbeg Sebagai Simbol Kearifan Lokal Masyarakat Desa Genjahan Kecamatan Jiken Kabupaten Blora.” Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 2(10):1313–20. doi:10.55904/nautical.v2i10.608.

Badruzaman, Dudi, and Qomar Abdurrahman. 2024. “Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Bumi.” 2024 8–19. doi:https://doi/org/10.29313/jikom.v2i1.3467.

Fathoni, Adib. 2012. “Santri Dan Abangan Dalam Keagamaan Orang Jawa.” 2012 101–12.

Hardiman, F. Budi. 2016. Dengan Nalar Dan Nurani: Tuhan Manusia Dan Kebenaran 65 Tahun PROF. DR. J. Sudarminta, SJ. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.

Juwita, Abelia Dhuwi, Alfian Aulya Rahman, Ayudia Sakha Widyadana, Riska Salsabila Putri, Joko Mijiarto, and Khansa Tsabita. 2025. “Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Refleksi Nilai Spiritual Dan Sosial Di Masyarakat Perkotaan (Studi Etnografi Di Kelurahan Pradah Kalikendal Surabaya).” 2025 4.

el Mahdi, Lathifatul lzzah. 2007. “Hermeneutika Fenomenologi Paul Ricoeur Dari pembacaan Simbol Hingga Pembacaa.” 6.

Maulana, Moh. Rizky, Shintia Ananda Polisya, Siti Nur Qoimah, and Anang Dony Irawan. 2022. “Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Bumi Dalam Pembentukan Karakter Masyarakat Dibee Lamongan.” 2022 1–7.

Permatasari, Shevia Putri, and Agus Machfud Fauzi. 2024. “Tradisi Sedekah Bumi Di Dusun Nanggulan: Perspektif Sosiologi Agama.” 2024.

Putra, Arisna Dwi Wirya, and Hariyanto. 2024. “Makna Sesajen Dalam Tradisi Sedekah Bumi Di Dusun Krajan, Desa Tunahan: Kajian Eksploratif Berdasarkan Konsep Pattidāna Dalam Ajaran Buddhis Theravāda.” 2024 1–15.

Putri, Erwanda Mareta, Vicensia Indah Sri Pinasti, and Sasiana Gilar Apriantika. 2023. “Interaksi manusia dan alam pada tradisi sedekah bumi di Japon Blora.” Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi 12(2):151–60. doi:10.21831/dimensia.v12i2.60988.

Ramadhan, Syahril, and Aan Budianto. 2022a. “Para Penggerak Islamisasi: Studi Pada Islamisasi Pesisir Dan Pedalaman Nusantara Abad XIII – XIX.” 2022.

Ramadhan, Syahril, and Aan Budianto. 2022b. “The Movers of Islamization: Studies on the Islamization of the Coastal and Interior of the Archipelago in the XIII - XIX centuries.” El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization 3(2):25–38. doi:10.24042/jhcc.v3i2.14256.

Reagen, Charles, David (ed). 1978. The Philosophy of Paul Ricoeur: An Anthology of His Work Boston.

Rizaldi, Martin, and Anin Lailatul Qodariyah. 2021. “Mengkaji Manfaat Dan Nilai–Nilai Dalam Pelaksanaan Tradisi Sedekah Bumi Dari Sudut Pandang Teori Fungsionalisme.” Jurnal Artefak 8(1):81. doi:10.25157/ja.v8i1.4951.

Setyani, Adinda Dwi Ayu, and Rini Setyaningsih. 2023. “Eksplorasi Etnomatematika Pada Makanan Tradisional Dumbeg Khas Daerah Rembang.” Jurnal Pendidikan Matematika 7.

Taufiq, Andi Muhammad, Rifki Rosyad, and Dadang Kuswana. 2023. “Dampak Tradisi Sedekah Bumi Terhadap Kerukunan Umat Beragama Di Blitar, Jawa Timur.” doi:http://dx.doi.org/10.15575/jis.v3i1.24271.

Wahyuni, Sri, and Ulya Fawaida. 2024. “Identification Of Dumbeg In Ethnoscience Studies As A Source of Science Learning In Rembang Society.” INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal 5(2):179–88. doi:10.21154/insecta.v5i2.8832.

Downloads

Published

2026-08-30

How to Cite

Sugihariyadi, M. (2026). Spiritualitas Tradisi Dumbek dalam Sedekah Bumi Sulang: Sajian Syukur Multikultural. Indo Green Journal , 4(3), 1649 – 1655. https://doi.org/10.31004/green.v4i3.814

Issue

Section

Articles