Efektivitas Variasi Modalitas Pembelajaran Bruner dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Matematika Siswa Kelas X-1 SMA Kemala Bhayangkari Bandung
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i3.780Keywords:
Teori Bruner, Representasi Kognitif, Prestasi Akademik Matematika, Eksperimen Semu, Enaktif-Ikonik-SimbolikAbstract
Prestasi akademik matematika siswa sekolah menengah atas kerap terhambat oleh sifat abstrak rumus matematika yang sulit dipahami tanpa jembatan representasi dari konkret menuju abstrak. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh variasi modalitas pembelajaran representasi kognitif Bruner (enaktif, ikonik, simbolik) terhadap prestasi akademik matematika siswa, dibandingkan dengan pembelajaran konvensional berbasis ceramah. Penelitian menggunakan desain eksperimen murni Pretest-Posttest Control Group Design pada siswa kelas X-1 SMA Kemala Bhayangkari Bandung. Penempatan acak menghasilkan kelompok eksperimen (n = 7) yang menerima satu sesi intervensi Bruner berurutan selama 20 menit pada materi peluang, dan kelompok kontrol (n = 8) yang menerima pembelajaran konvensional. Prestasi akademik diukur menggunakan tes pilihan ganda 20 soal sebelum dan sesudah perlakuan. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan skor yang serupa (gain score eksperimen M = 5,71, SD = 11,70; kontrol M = 5,50, SD = 4,21), namun uji independent samples Welch's t-test tidak menemukan perbedaan signifikan pada gain score antar kelompok, t(7,35) = 0,05, p = 0,965, dengan effect size yang dapat diabaikan (Cohen's d = 0,03). Nilai N-Gain kedua kelompok berada pada kategori rendah (< 0,30). Temuan ini mengindikasikan bahwa satu sesi singkat pembelajaran berbasis Bruner belum cukup untuk menghasilkan keunggulan yang terukur dibandingkan pembelajaran konvensional pada sampel kecil ini, sehingga diperlukan durasi intervensi yang lebih panjang dan sampel yang lebih besar pada penelitian selanjutnya.
References
Afidati, M., & Malasari, P. N. (2024). Pembelajaran matematika yang bermakna menggunakan pendekatan teori kognitivisme. Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 67–78.
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. New York: Longman.
Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.
Engge, M. D., Noviantari, P. S., & Puspadewi, K. R. (2025). Upaya peningkatan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII C SMP Dwijendra Denpasar dengan penerapan metode pembelajaran inkuiri. Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika, 5(2), 211–220.
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74.
Piaget, J. (1972). Intellectual evolution from adolescence to adulthood. Human Development, 15(1), 1–12.
Sugiyono, P. D. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, R&D (Cetakan ke-26). Bandung: CV Alfabeta.
Wahyuni, N. K. S., dkk. (2021). Penerapan model pembelajaran TANDUR untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Jurnal Pendidikan Matematika.
Wati, N. M. S. (2025). Implementasi pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berbantuan GeoGebra untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika, 5(2), 201–210.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amila Nida Maharani, Tsabita Aisyah Putri, Tisya Nabawiya Meidina, Nurul Afifah, Novia Septiani, Meida Nur Utami, Rifqi Farisan Akbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








