Pengaruh Pemberian PMT Pemulihan terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Puskesmas Wonorejo

Authors

  • Febri Yanti Sya Wulan Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • I Gusti Ayu K Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • Jamhariyah Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • Eni Subiastutik Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i3.756

Keywords:

Malnourished Toddlers, Recovery PMT, Weight Gain

Abstract

Gizi kurang pada balita masih banyak terjadi di masyarakat. Hal ini merupakan masalah kesehatan utama yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT) selama 56 hari (8 minggu). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Wonorejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi sebanyak 42 balita dan sample 40 balita dengan  tehnik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan lembar monitoring dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Diperoleh rata-rata berat badan balita sebelum diberi PMT pemulihan adalah 9,80 kg dan sesudah diberi PMT pemulihan menjadi 10,4 kg. Terdapat rata-rata kenaikan berat badan balita sejumlah 0,6 kg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang. Kesimpulan: Pemberian PMT Pemulihan dapat menaikan berat badan balita gizi kurang karena mengandung tambahan energi dan zat gizi bagi balita. Program PMT Pemulihan ini perlu dilaksanakan sebagai upaya untuk memperbaiki status gizi pada balita.

References

Cut Vitria Ramazana, Zuheri Zuheri, Said Qadaru Alaydrus, (2024). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Lokal Terhadap Status Gizi Pada Balita Gizi Kurang Di Puskesmas Simpang Tiga Aceh Besar. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11 (11), 2067-2072.

Darmi Arda, Nursyamsi Norma Lalla, Suprapto Suprapto, Andi Agustang, (2023). Analisis pengaruh status kurang gizi pada balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 101-106. DOI: https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i1.910

Dwi Alfiyatul Ma’rifah, dkk, (2024). Kenaikan Berat Badan Dan Status Gizi Pada Balita Selama Kehamilan. Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati, 15 (2), 148-155.

Gusrianti, G., Azkha, N., & Bachtiar, H. (2020). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Limau Manis Selatan. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4).

Nurmayanti, dkk. (2016). Hubungan Jenis Kelamin, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Asupan Iodium dan Kejadian Dizi Kurang pada Balita di Kota Malang. Jurnal Gizi, 3 (2), 2774-7654.

Kismul, et al. (2014). Incidence and course of child malnutrition according to clinical or anthropometrical assessment: a longitudinal study from rural DR Congo. BMC Pediatrics, 14 (22). DOI: http://www.biomedcentral.com

Kurniati Devi Purnamasari, Siti Fatimah, Siti Rohmah, (2023). Peningkatan Berat Badan Pada Balita Gizi Kurang Dengan Pemberian Mikronutrien. Journal Of Midwifery and Public Health, 5 (1). DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jmph.v5i1.16179

Lilia Faridatul Fauziah, dkk. (2025). Buku ajar ilmu gizi . Jakarta: PT Nuansa Fajar Cemerlang.

Muliadi, Teuku., Khairunnas., Syafiq, Ahmad. (2021). Pentingnya Intervensi Gizi Anak Usia Di Atas 24 Bulan Untuk Pertumbuhan Dan Perkembangan Kognitif (A Systematic Review). Majalah Kesehatan, 8 (1).

Nida, dkk. (2025). Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam Mengatasi Status Gizi Anka di Desa Murung Panti Hilir Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. 6 (2), 2685-8541.

Nurida, dkk. (2022). Faktor Resiko Kejadian Gizi Kurang Pada Anak Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia. 3 (02), 2745-8555.

Rini Widiastuti, Ratna, Akbar Amin, (2025). Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Status Gizi Balita Di Posyandu Margo Rahayu Desa Kriyan Kalinyamatan Jepara. Jurnal Keperawatan, 13 (02), 233-245.

Sari, dkk. (2025). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Pada Balita Dengan Berat Badan Kurang (Underweight) Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita di Puskesmas Tajau Pecah. Jurnal kesehatan Tambusai, 6 (1), 2774-5848.

Sitti Hasrah Ibrahim, Andi Syarifah Irmadani, (2025). Hubungan Asupan Gizi Ibu Hamil pada 1000 Hari-hari Kehidupan dan Status Gizi Bayi pada Usia Dua. Advanced In Healthcare Research. 3 (2). DOI: https://advancesinresearch.id/index.php/AHR

Sri Zeineke Ibrahim, dkk. (2025). Kesehatan gizi anak usia dini . Jawa Tengah: Eureka Media Aksara.

Suryani, dkk. (2018). Hubungan Praktik Pemberian Makan dengan Kejadian Berat Badan Kurang pada Anak Usia 6-24 Bulan. 10 (1), 91-96

Utami, A. R., & Nurhaeni, N. (2021). Factors Contributing to Catch-Up Growth of Child with Stunting: A Literature Review. STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(1), 350–359.

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Wulan, F. Y. S., K, I. G. A., Jamhariyah, J., & Subiastutik, E. (2026). Pengaruh Pemberian PMT Pemulihan terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Puskesmas Wonorejo. Indo Green Journal , 4(3), 1249 – 1256. https://doi.org/10.31004/green.v4i3.756

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.