Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Program Kesehatan

Literature Review

Authors

  • Muthia Prajuita Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia
  • Evi Desiana Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia
  • M Tsaqif Hendana Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia
  • Budi Hartono Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i3.594

Keywords:

Program Kesehatan, Sistem Informasi Geografis, Pengambilan Keputusan, SIG, Analisis Spasial, Literature Review

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan teknologi yang mampu mengintegrasikan data spasial dan nonspasial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti di sektor kesehatan. Pemanfaatan SIG menjadi semakin penting seiring transformasi digital kesehatan, namun implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kualitas data, keterbatasan sumber daya manusia, dan belum optimalnya integrasi sistem informasi kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam mendukung pengambilan keputusan program kesehatan, mengidentifikasi manfaat dan tantangan implementasinya, serta memberikan rekomendasi penerapan SIG yang efektif dalam mendukung transformasi digital kesehatan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Literatur diperoleh dari basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda dengan kriteria inklusi artikel yang diterbitkan pada tahun 2015–2025 dan membahas penerapan SIG di sektor kesehatan. Hasil telaah menunjukkan bahwa SIG berperan penting dalam surveilans penyakit, pemetaan akses pelayanan kesehatan, penentuan wilayah prioritas intervensi, serta monitoring dan evaluasi program kesehatan. Pemanfaatan SIG mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui analisis spasial yang lebih akurat. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa kualitas data yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, interoperabilitas sistem informasi yang masih rendah, serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Penerapan SIG yang efektif memerlukan data yang berkualitas, integrasi sistem, kompetensi sumber daya manusia, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.Sistem Informasi Geografis merupakan teknologi yang efektif dalam mendukung pengambilan keputusan program kesehatan berbasis wilayah. Dengan penerapan yang sistematis dan didukung oleh data yang akurat, sumber daya manusia yang kompeten, serta integrasi sistem informasi kesehatan, SIG dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan ketepatan sasaran pelaksanaan program kesehatan.

References

Arifin, A., Irawan, A., & Hidayah, N. (2021). Geographic Information Systems (GIS) as a health information media about infectious diseases: Literature review. Proceeding of Sari Mulia University Nursing National Seminar.

Burrough, P. A., McDonnell, R. A., & Lloyd, C. D. (2015). Principles of geographical information systems (3rd ed.). Oxford University Press.

Chaniago, M. D., et al. (2022). Geographic Information System (GIS) as an information medium in the health sector. Journal of Applied Geospatial Information.

Cromley, E. K., & McLafferty, S. L. (2012). GIS and public health (2nd ed.). Guilford Press.

ESRI. (2024). What is GIS? Retrieved from https://www.esri.com/en-us/what-is-gis/overview

Fatima, S., et al. (2022). GIS-based healthcare accessibility analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health.

Hakim, B. P., et al. (2025). Konvergensi Geographic Information System dalam penguatan pengambilan keputusan di puskesmas. Jurnal Abdimas dan Aplikasi.

Kamel Boulos, M. N., & Geraghty, E. M. (2020). Geographical tracking and mapping of coronavirus disease COVID-19. International Journal of Health Geographics, 19(1), 8.

Khorram-Manesh, A., et al. (2023). GIS in disaster and emergency health. BMC Health Services Research.

Luo, W., & Qi, Y. (2021). Spatial accessibility of health services using Geographic Information Systems. Health & Place.

Musa, G. J., Chiang, P. H., Sylk, T., et al. (2013). Use of GIS mapping as a public health tool. Frontiers in Public Health, 1, 40.

Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.

Page, M. J., Moher, D., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., et al. (2021). PRISMA 2020 explanation and elaboration: Updated guidance and exemplars for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n160.

Rindiyani, F. D., et al. (2025). Visualisasi spasial kunjungan pasien rumah sakit menggunakan Geographic Information System. Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan.

Saran, S., et al. (2020). GIS in tuberculosis surveillance. BMC Public Health.

World Health Organization. (2021). GIS in health emergency response. World Health Organization.

Yang, X., et al. (2024). GIS applications in healthcare planning. International Journal of Medical Informatics.

Downloads

Published

2026-07-07

How to Cite

Prajuita, M., Desiana, E., Hendana, M. T., & Hartono, B. (2026). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Program Kesehatan: Literature Review. Indo Green Journal , 4(3), 254 – 261. https://doi.org/10.31004/green.v4i3.594

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.