Analisis Kejadian Stunting Pada Anak Balita Pada Aspek Kesehatan Lingkungan Wilayah Kerja Puskesmas Sako Palembang Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v2i4.559Keywords:
stunting, kesehatan lingkungan, sanitasi dasar, air bersih, balitaAbstract
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat defisiensi gizi kronik yang ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) di bawah minus dua standar deviasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sako Palembang tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik cross-sectional dengan sampel 186 balita menggunakan teknik proportional random sampling. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode backward LR. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 65,1%. Seluruh variabel kesehatan lingkungan terbukti berhubungan bermakna dengan kejadian stunting, yaitu akses air bersih (p=0,002), sanitasi dasar/SPAL (p=0,001), kepemilikan jamban sehat (p=0,008), pengelolaan sampah rumah tangga (p=0,031), dan kondisi ventilasi rumah (p=0,047). Analisis multivariat menunjukkan sanitasi dasar yang buruk sebagai faktor paling dominan (OR=3,12; 95% CI: 1,74–5,61; p=0,000), diikuti akses air bersih tidak memadai (OR=2,78) dan ketiadaan jamban sehat (OR=2,31). Percepatan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan peningkatan akses air minum yang aman menjadi prioritas utama intervensi.
References
Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617. https://doi.org/10.1111/mcn.12617
Checkley, W., Buckley, G., Gilman, R. H., Assis, A. M., Guerrant, R. L., Morris, S. S., Mölbak, K., Valentiner-Branth, P., Lanata, C. F., & Black, R. E. (2008). Multi-country analysis of the effects of diarrhoea on childhood stunting. International Journal of Epidemiology, 37(4), 816–830. https://doi.org/10.1093/ije/dyn099
Danaei, G., Andrews, K. G., Sudfeld, C. R., Fink, G., McCoy, D. C., Peet, E., Sania, A., Smith Fawzi, M. C., Ezzati, M., & Fawzi, W. W. (2016). Risk factors for childhood stunting in 137 developing countries: A comparative risk assessment analysis at global, regional, and country levels. PLoS Medicine, 13(11), e1002164. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002164
Humphrey, J. H. (2009). Child undernutrition, tropical enteropathy, toilets, and handwashing. The Lancet, 374(9694), 1032–1035. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(09)60950-8
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 852/Menkes/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. (2008). Kemenkes RI.
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. (1999). Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI.
Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of sample size in health studies. John Wiley & Sons.
Ngure, F. M., Reid, B. M., Humphrey, J. H., Mbuya, M. N., Pelto, G., & Stoltzfus, R. J. (2014). Water, sanitation, and hygiene (WASH), environmental enteropathy, nutrition, and early child development: Making the links. Annals of the New York Academy of Sciences, 1308(1), 118–128. https://doi.org/10.1111/nyas.12330
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. (2010). Kemenkes RI.
Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. (2021). Sekretariat Negara RI.
Rah, J. H., Cronin, A. A., Badgaiyan, B., Aguayo, V. M., Coates, S., & Ahmed, S. (2015). Household sanitation and personal hygiene practices are associated with child stunting in rural India: A cross-sectional analysis of surveys. BMJ Open, 5(2), e005180. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2014-005180
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study guide: Stunting dan upaya pencegahannya bagi mahasiswa kesehatan masyarakat. CV Mine.
Sclar, G. D., Penakalapati, G., Caruso, B. A., Rehfuess, E., Garn, J. V., Alexander, K., Freeman, M. C., Clasen, T., & Boisson, S. (2017). Exploring the relationship between sanitation and stunting in children under five: A systematic review and meta-analysis. Tropical Medicine & International Health, 22(8), 902–916. https://doi.org/10.1111/tmi.12904
Sinaga, L. R. V., Ardiani, F., & Siregar, F. A. (2020). Hubungan faktor lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Kesehatan Global, 3(1), 9–18. https://doi.org/10.33085/jkg.v3i1.4588
Torlesse, H., Cronin, A. A., Sebayang, S. K., & Nandy, R. (2016). Determinants of stunting in Indonesian children: Evidence from a cross-sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction. BMC Public Health, 16(1), 669. https://doi.org/10.1186/s12889-016-3339-8
UNICEF/WHO/World Bank Group. (2023). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates. UNICEF.
Victora, C. G., Adair, L., Fall, C., Hallal, P. C., Martorell, R., Richter, L., & Sachdev, H. S. (2008). Maternal and child undernutrition: Consequences for adult health and human capital. The Lancet, 371(9609), 340–357. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(07)61692-4
World Health Organization. (2023). Stunting in a nutshell. WHO. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ali Harokan, Gema Asiani, Lilis Suryani, Dianita Ekawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








