Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Melalui Permainan Unplugged Coding Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK IT Al Izzah Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i2.247Keywords:
Berpikir Logis, Unplugged Coding, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan berpikir logis dalam memecahkan masalah sederhana secara sistimatis. Berpikir logis merupakan kemampuan mental anak dalam menghubungkan berbagai fakta atau informasi untuk menarik Kesimpulan yang masuk akal, yang merupakan pondasi utama bagi perkembangan kognitif dan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan unplugged coding dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun di TK IT A l Izzah kecamatan Dumai selatan kota Dumai. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Kemmis, S. & Mc. Taggart, 1988 dan dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus melalui empat tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksaan, observasi dan refleksi dengan subjek penelitian sebanyak 15 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan unplugged coding yang dilaksanakan melalui empat variasi aktivitas kreatif : Menyusun geometri sesuai kede warna, manipulasi tutup botol, maze karpet lantai dan roda warna. Aktifitas ini terbukti meningkatkan kemampuan berpikir logis secara signifikan. Data menunjukkan persentase rata-rata pada Pra-Siklus sebesar 44%, meningkat pada Siklus I menjadi 62,67%, dan mencapai 80,84% pada Siklus II Temuan ini membuktikan bahwa unplugged coding bukan sekadar permainan, melainkan instrumen edukasi yang mampu menyederhanakan konsep algoritma yang abstrak menjadi pengalaman belajar kinestetik yang nyata. Kesimpulannya penelitian ini bahwa metode ini sangat efektif dalam mengakselerasi kemampuan berpikir logis anak usia dini melalui pengalaman belajar yang eksploratif dan menyenangkan.
References
Aranda, G., & Ferguson, J. P. (2018). Unplugged programming: The future of teaching computational thinking. Pedagogika, 68(3), 279–292.
Ausubel, D. P. (1968). Educational psychology: A cognitive view. Holt, Rinehart and Winston.
Bers, M. U. (2018). Coding and computational thinking in early childhood: The impact of ScratchJr in Europe. European Journal of STEAM Education, 3(3).
Bers, M. U. (2022). Coding as a playground: Computational thinking in the early childhood classroom. Routledge.
Diana, N. (2018). Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan berpikir logis mahasiswa dengan adversity quotient dalam pemecahan masalah. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (SNMPM), 2(1), 101–112. http://www.fkipunswagati.ac.id/ejournal/index.php/snmpm/article/view/377
Gardner, H. (1983). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. Basic Books.
Hasanah, U., & Dacholfany, I. (2018). Pendidikan anak usia dini menurut konsep Islam (Cetakan ke-1). Amzah.
Hufad, A. (2021). Unplugged coding activities for early childhood problem-solving skills.
Joohi Lee. (2019). Coding in early childhood. Contemporary Issues in Early Childhood.
Latifah. (2018). Analisis pengaruh kompetensi dan kemampuan personal terhadap kinerja. Forum Ekonomi, 2.
Masnur Muslich. (2012). Penelitian tindakan kelas. PT Bumi Aksara.
Monika, W. P., Zuhro, N. S., & Sella. (2023). Profil kemampuan berpikir logis anak usia 5–6 tahun. Jurnal Kumara Cendikia, (1).
Mutoharoh, Hufad, A., Faturrohman, M., & Rusdiyani, I. (2021). Unplugged coding activities for early childhood problem-solving skills. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 15(1), 121–140.
Mutoharoh, Munawar, M., & Diyah, D. P. (2023). Kegiatan unplugged coding untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dan kritis anak usia dini. Prosiding Seminar Nasional Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini: Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.
Nurhopipah, A., Suhaman, J., & Humanita, M. T. (2021). Pembelajaran ilmu komputer tanpa komputer (unplugged activities) untuk melatih keterampilan logika anak. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 5(5), 2603–2614.
Nuriyah Ma’arif, N., & Ummah, F. M. (2023). Menumbuhkan kemampuan berpikir logis anak usia dini: Studi pengembangan media permainan snakes and ladders di TK Oxford Puri School PPS Manyar Gresik. Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education, (1).
Paizaluddin, & Ermalinda. (2013). Penelitian tindakan kelas. Alfabeta.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014. (2014).
Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children (M. Cook, Trans.). International Universities Press. (Karya asli diterbitkan 1936).
Rahmadhani, E., & Surbakti, A. H. (2022). Analisis kemampuan berpikir logis anak usia dini melalui permainan Montessori. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, (5).
Rodin, R. (2020). Informasi dalam konteks sosial budaya (Cetakan ke-1). PT Raja Grafindo Persada.
Suharsimi Arikunto, S. (2021). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi ke-3). Bumi Aksara.
Suharsimi Arikunto, S., dkk. (2021). Penelitian tindakan kelas (Edisi revisi). PT Bumi Aksara.
Suminah et al. (2015). Kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013. Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.
Syafruddin, Pujiastuti, I., & Heni. (2020). Analisis kemampuan berpikir kritis matematis: Studi kasus MTs Negeri Tangerang. Uska Journal of Mathematics Education, (2).
Veryawan. (2022). Model pembelajaran make a match, konsep diri, dan kemampuan berhitung anak usia dini (Cetakan ke-1). Insan Cendikia Mandiri.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wing, J. M. (2006). Computational thinking. Communications of the ACM, 49(3), 33–35. https://doi.org/10.1145/1118178.1118215
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Warnida, Swandra Rahayu, Nelti Rizka

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








