Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bandar Kota Pagar Alam

Authors

  • Nyayu Halimahtusadia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang, Indonesia
  • Ali Harokan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang, Indonesia
  • Nurul Fitriah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i3.161

Keywords:

Demam Berdarah Dengue, Persepsi Masyarakat, Sikap, Kebersihan Lingkungan

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2024, Indonesia mencatat lebih dari 257.000 kasus DBD dengan 1.461 kematian. Persepsi masyarakat terhadap pencegahan DBD dipengaruhi oleh berbagai faktor perilaku dan lingkungan. Tujuan: Menganalisis gambaran persepsi masyarakat terhadap pencegahan penyakit DBD dan faktor-faktor yang berhubungan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bandar Kota Pagar Alam Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan survei analitik. Sampel berjumlah 87 kepala keluarga dipilih melalui purposive sampling menggunakan rumus Slovin dari populasi 660 KK. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat metode backward stepwise. Hasil: Sebanyak 57,5% responden memiliki persepsi baik dan 42,5% persepsi kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,01), sikap (p=0,00), dan kebersihan lingkungan (p=0,01) dengan persepsi masyarakat dalam pencegahan DBD. Variabel yang paling dominan adalah sikap (p=0,00; OR=3,83; 95%CI: 1,56–9,41). Kesimpulan: Sikap merupakan faktor paling dominan terhadap persepsi masyarakat dalam pencegahan DBD. Puskesmas perlu memperkuat program edukasi dan penyuluhan yang berfokus pada pembentukan sikap positif masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD.

References

Abdillah, M., Fadillah, I. R. N., & Sari, R. A. P. (2025). Hubungan faktor lingkungan fisik dengan perilaku pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 6509–6517.

Aisya, R., Melviani, & Komalia, R. (2024). Persepsi masyarakat mengenai pencegahan DBD (demam berdarah dengue) di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin berdasarkan teori TPB (Theory of Planned Behavior). Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang, 8(9), 96–100.

Aisya, R., Melviani, & Komaliya, I. (2025). Persepsi masyarakat mengenai pencegahan DBD di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin berdasarkan teori TPB. Journal of Pharmaceutical Care and Sciences, 6(1), 51–58. https://doi.org/10.33859/jpcs.v6i1

Anurogo, D. (2025). Dengue: Ancaman tersembunyi di balik keseharian kita. https://ayosehat.kemkes.go.id/dengue-ancaman-tersembunyi

Aran, M. L. B., Pitang, Y., & Herminsih, A. (2020). Faktor lingkungan dan perilaku dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Magepanda Kabupaten Sikka. Jambi Medical Journal, 9, 85–92.

Arfan, I., Sulistyorini, L., Sulistyowati, M., Syahrul, F., Junaidi, H., & Rizky, A. (2024). Benefits and barriers of community participation in dengue control: A systematic review. African Journal of Reproductive Health, 28(10).

Atika, A., & Zaman, C. (2021). Analisis perilaku masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue di Puskesmas Tanjung Baru Ogan Komering Ulu Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 4(2), 403–419. https://doi.org/10.32524/jksp.v4i2.286

Baitanu, J. Z., Masihin, L., Rustan, L. D., Siregar, D., & Aiba, S. (2022). Hubungan antara usia, jenis kelamin, mobilitas, dan pengetahuan dengan kejadian demam berdarah dengue di Wulauan, Kabupaten Minahasa. Manuju: Malahayati Nursing Journal, 4(5), 1230–1241.

Dewi, P. S., Putri, D. M. F. S., Apriani, D. G. Y., & Astuti, N. L. S. (2024). Hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan pada kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Kediri I Tahun 2024. Jurnal Nawacita Usada, 1(1), 9–12.

Dinas Kesehatan Kota Palembang. (2023). Cegah DBD, Dinkes Palembang galakkan pemberantasan sarang nyamuk. https://palembang.go.id

Erang, O. A. B. S., Probondari, S. A. Y., Diani, A. N., Nurhalisa, R., Saputri, L. D., Fitriasari, D., & Khusna, K. (2023). Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Sidoluhur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 256–262.

Ernyasih. (2019). Hubungan karakteristik responden, pengetahuan dan sikap kepala keluarga terhadap praktik pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Jurnal Kesehatan, 8(1), 6–13.

Espiana, I., Lestari, R. M., & Ningsih, F. (2022). Masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Jurnal Surya Medika (JSM), 8(1).

Febrianti, S., & Nurmaliyati, N. (2023). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap upaya pencegahan demam berdarah. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 3, 2460–2480.

Heryanto, E., & Meliyanti, F. (2021). Hubungan pengetahuan, pekerjaan, dan penyuluhan dengan tindakan kepala keluarga dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Lentera Perawat, 2(1).

Izza, A. N., & Mulasari, S. A. (2023). Hubungan faktor lingkungan dengan keberadaan vektor demam berdarah dengue (DBD). Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic, 3(3), 106–113.

Kemenkes RI. (2019). Perilaku manusia sebabkan populasi nyamuk DBD meningkat. https://kemkes.go.id

Kemenkes RI. (2024). Waspada penyakit di musim hujan. https://kemkes.go.id/id/waspada-penyakit-di-musim-hujan

Kemenkes RI. (2025a). Nyamuk lebih mematikan daripada hewan buas. https://kemkes.go.id/id/nyamuk-lebih-mematikan-daripada-hewan-buas-2

Kemenkes RI. (2025b). Upaya bersama dalam penanggulangan dengue (DBD). https://lms.kemkes.go.id

Kesehatan, D., & Sumatera, P. (2025). Laporan kinerja instansi pemerintah tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Koordinator, K., Pembangunan, B., Dan, M., & Indonesia, R. (2023). Pedoman penanggulangan DBD di lingkungan rumah & kantor. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Lisa, N. S., Suharmadji, Wahyudi, A., Priwahyuni, Y., & Octaria, H. (2022). Faktor risiko lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Jurnal Olahraga dan Kesehatan, 1(2).

Manullang, H. F., Arianto, A., & Sitanggang, A. E. (2023). Hubungan perilaku masyarakat tentang kebersihan lingkungan dengan tingkat kejadian DBD di Desa Baku Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2023. BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 6(2), 969–975.

Maqfirah, R., Fahdhienie, F., & Septiani, R. (2025). Analisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat di Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6, 2156–2163.

Meyrinda, L., Candra, E., & Zanzibar. (2025). Hubungan sikap, tingkat pendidikan, dan usia terhadap upaya pencegahan demam berdarah di Desa Tanjung Baru. Jurnal Wacana Kesehatan, 10(1), 22–29. https://doi.org/10.52822/jwk.v10i1.672

Nabila, A. S., Widiarini, R., & Wasito, E. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk DBD. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(2), 115–122.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Rahmani, T., Novianti, S., & Yogaswara, D. (2024). Faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 20(1), 1–8.

Ratnasari, W., Arifah, H., Amaliyah, N. I., Safitri, D. A., Rizkiyah, S., Mukarromah, A., Ulum, B., Hairunnisa, S., Zainiyah, R., & Hasanah, L. (2023). Hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan pencegahan demam berdarah dengue. Unuja, 2(1), 6–7.

Riamah, E. G. (2018). Hubungan perilaku 3M plus terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD). Menara Ilmu, 12(80), 108–113.

Rosmawati, D., Asrowi, R. H., Qohar, A., & Windari, F. (2025). Relationship between exposure to solid waste and dengue incidence in communities surrounding Bakung Landfill Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 17(2), 64–70.

Salsabila, S. T. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan demam berdarah di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin. Jurnal Surya Medika (JSM).

Simatupang, M. M., Oktivaningrum, R., Pratiwi, I., & Gestafiana. (2019). Pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). JUKMAS, 3(1).

Wahyono, T. Y. M., & MW, O. (2016). Penggunaan obat nyamuk dan pencegahan demam berdarah di DKI Jakarta dan Depok. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 1(1), 35–40. https://doi.org/10.7454/epidkes.v1i1.1315

Wahyuni, L. T., & Zulpia, R. (2021). Hubungan peran petugas juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik) dengan kejadian DBD di RT 02 RW XVI Kelurahan Korong Gadang wilayah kerja Puskesmas Kuranji Padang Tahun 2019. Lentera Aisyyah, 4(1).

WHO. (2023). Dengue and severe dengue. World Health Organization.

WHO. (2025a). Demam berdarah. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

WHO. (2025b). Dengue: Global situation, surveillance and progress – 2024 update. https://www.who.int/publications/i/item/who-wer10052-665-678

Downloads

Published

2026-08-04

How to Cite

Halimahtusadia, N., Harokan, A., & Fitriah, N. (2026). Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bandar Kota Pagar Alam. Indo Green Journal , 4(3), 872 – 877. https://doi.org/10.31004/green.v4i3.161

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>