Etika dalam Pemikiran Hamka dan Relevansinya Terhadap Toleransi Antarumat Beragama
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i1.157Keywords:
Etika, Hamka, Toleransi, Filsafat Islam, KeberagamaanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep etika dalam pemikiran Hamka serta relevansinya terhadap penguatan toleransi antarumat beragama dalam masyarakat plural. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya sikap intoleransi, eksklusivisme, dan konflik sosial berbasis agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan analisis pemikiran tokoh. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika dalam pemikiran Hamka merupakan integrasi antara iman, akhlak, dan kehidupan sosial. Etika dipahami sebagai ekspresi kesadaran tauhid yang melahirkan sikap adil, jujur, dan menghormati sesama. Dalam konteks hubungan antarumat beragama, toleransi bukan berarti relativisme kebenaran, melainkan sikap etis yang lahir dari kedewasaan iman. Relevansi pemikiran Hamka terlihat pada tiga aspek: teologis, moral-filosofis, dan sosial. Dengan demikian, pemikiran Hamka memberikan kontribusi penting dalam membangun toleransi yang berakar pada etika keberagamaan.
References
Abdillah, M. (2015). Islam & dinamika sosial politik di Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Adnyana, I. B. P. (2021). Filsafat moral: Disequilibrium citra dan realita etika masyarakat Indonesia (Studi fenomenologi penggunaan media sosial Instagram). Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 12(2), 159–172.
Amalya, A. P. (2024). Konsep pendidikan akhlak perspektif Buya Hamka dan relevansinya dalam pendidikan karakter (Skripsi, UNUSIA).
Asrulla, A. S., Maryani, Jeka, F., & Junaidi, R. (2024). Konsepsi etika, moral, dan ilmu pengetahuan dalam perspektif humanisme. Journal Genta Mulia, 15(2), 257–268.
Bertens, K. (2007). Etika. Gramedia Pustaka Utama.
Dalle, A., & Tobroni, T. (2025). Dimensi-dimensi dalam beragama: Spiritual, intelektual, emosi, etika, dan sosial. Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(1), 151–165.
Hamka. (1989). Tafsir Al-Azhar (Jilid 1). Pustaka Nasional PTE LTD.
Hamka. (2015a). Falsafah hidup. Republika Penerbit.
Hamka. (2015b). Lembaga hidup: Iktiar sepenuh hati memenuhi ragam kewajiban untuk hidup sesuai dengan ketetapan Ilahi. Republika Penerbit.
Hamka. (2015c). Tasawuf modern: Bahagia itu dekat dengan kita ada di dalam diri kita. Republika Penerbit.
Hamka. (2016). Lembaga budi: Menegakkan budi, membangun jati diri berdasar tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Republika Penerbit.
Haq, F. R. U. (2018). Membela Islam, membela kemanusiaan. Mizan Pustaka.
Hidayat, A. R., Nafi’a, I., Hajam, H., Rozak, A. K., & Akbar, M. F. (2025). Relevansi nilai-nilai universal kemanusiaan dalam PAI: Respons terhadap tantangan intoleransi dan krisis moral. Jurnal Bersama Ilmu Pendidikan (DIDIK), 1(4), 226–231.
Huda, H. (2022). Pluralisme Quranik perspektif Hamka (Skripsi, Institut PTIQ Jakarta).
Iswadi, I. (2025). Etika profesi komunikasi. PT Penerbit Qriset Indonesia.
Kurniawan, D. (2021). Pendidikan multikultural (Studi komparasi pemikiran KH Abdurrahman Wahid dan Buya Hamka) (Skripsi, IAIN Metro).
Mubarak, M. T. (2024). Ukhuwah Islamiyah perspektif tafsir Al-Azhar karya Hamka (Skripsi, PTIQ Jakarta).
Nurzannah, N., Setiawan, H. R., & Siregar, F. K. (2025). Kemuhammadiyahan dan bahasa Arab (R. Fanreza & W. Winarti, Eds.). UMSU Press.
Parawati, E. D., Nurhidayat, W., & Burhanudin, M. (2021). Manajemen kerukunan umat beragama: Solusi menuju harmoni. Guepedia.
Rahim, F. (2025). Corak tasawuf Hamka dalam bingkai peradaban dan pendidikan Islam berkemajuan. UMM Press.
Rahmat, J. (2000). Psikologi agama. Raja Grafindo Persada.
Rush, J. R. (2020). Adicerita Hamka. Gramedia Pustaka Utama.
Ruslan, I. (2020). Kontribusi lembaga-lembaga keagamaan dalam pengembangan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Arjasa Pratama.
Santalia, I., Harun, H., & Syam, A. A. K. (2025). Distingsi konseptual etika, moral, nilai, dan estetika serta fondasi normatif etika Islam. Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi, 24(3), 787–797.
Saumantri, T. B. (2023). Moderasi beragama perspektif etika (Analisis pemikiran Franz Magnis-Suseno). Jurnal Ilmiah Falsafah: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora, 9(2), 98–114.
Shelvyna, R., & Kholishudin. (2019). Nilai filosofis tanggung jawab: Etika dan moral dalam perspektif Islam. Journal of Sharia Economics, 1(1), 1–18.
Shobirin, M., Rosyadi, R. N., & Sari, E. F. (2025). Tantangan dan problematika masyarakat modern (B. Wijayama, Ed.). Cahya Ghani Recovery.
Sukardi, I. (2003). Pilar Islam bagi pluralisme modern (F. L. Hasim Z. Abbas, Ed.). Tiga Serangkai.
Tanjung, A. (2025). Teologi Islam sebagai basis etika dan moral. Jurnal Syiar-Syiar, 5, 122–135.
Zakaria, A. (2024). Dialektika moderasi beragama di era pluralitas agama dan budaya perspektif Al-Qur’an (Skripsi, Institut PTIQ Jakarta).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Fadilla, Novi Hendri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








