Analisa Faktor Kekurangan Debit Air Jaringan Irigasi Jetak (Studi Kasus Jaringan Irigasi Jetak Desa Karangjati Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan)
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v1i2.11Keywords:
Kekurangan Debit Air, Jaringan Irigasi, Ketersediaan AirAbstract
Air memiliki nilai yang sangat penting sebagai sumber daya alam dengan berbagai fungsi, terutama dalam konteks pertanian. Karena berbagai peranannya, terjadi kekurangan debit air dalam jaringan irigasi, terutama pada jaringan Irigasi Jetak. Penelitian ini menganalisis permasalahan yang menyebabkan kekurangan debit air di jaringan irigasi Jetak. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dipilih karena variabel bebasnya melibatkan unsur-unsur dari 5 pilar irigasi. Analisis menunjukkan hasil yang signifikan, dengan nilai F hitung (3,767) > F tabel (3,33). Secara keseluruhan, variabel yang digunakan memiliki dampak terhadap kekurangan debit air di jaringan irigasi Jetak, hasil ini didukung oleh uji validitas dan uji F (ANOVA) yang menunjukkan pengaruh bersama variabel terhadap variabel Y. Permasalahan utama dalam kekurangan debit air di jaringan irigasi Jetak adalah ketersediaan air yang kurang memadai, terindikasi dengan koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,215. Solusinya melibatkan pendekatan komprehensif melalui manajemen air yang bijaksana, upaya pelestarian lingkungan, serta kerja sama lintas sektor.
References
Ahmad, R., Nurmawati, K.M. dan Kodir, A. (2021). Air Dan Konflik: Studi Ketersediaan Sumber Daya Air Di Kawasan Taman Nasional Komodo. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. 10(2), hal.337.
Yulistyorini, Y (2011). Pemanenan Air Hujan Sebagai Alternatif Pengelolaan Sumber Daya Air di Perkotaan. Teknologi Dan Kejuruan. 34(1), hal.105–114.
Arikunto, S (2010). Tentang Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Ariyanto, L. (2022). Alokasi Air Das Seputih Sebagai Upaya Pengelolaan. Journal of Infrastructural in Civil Engineering (JICE). 03(02), hal.11–17.
Azis, A. (2016). Konservasi Airtanah Melalui Pembuatan Sumur. 3(2), hal.87–90.
Eryani, I. (2014). Potensi Air Dan Metode Pengelolaan Sumber Daya Air Di Daerah Aliran Sungai Sowan Perancak Kabupaten Jembrana. Paduraksa. 3(1), hal.32–41.
Imam, G. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2016). Peraturan Menteri PUPR No.30/PRT/M/2015. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Permen PU No 32/PRT/M/2007 tentang Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. (2007). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 32/PRT/M/2007 tentang Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Permen PU No 32/PRT/M/2007. вы12у(235), hal.245.
Purwanto. E. A. Sulistyastuti. D. R (2017). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Rejekiningrum, P. dan Kartiwa, B. (2022). Kontribusi Pembangunan Infrastruktur Panen Air Terhadap Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan. 9(1), hal.37–51.
Sugiyono P.D. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuwantitatif, Kuwalitatif, R&D). Bandung: Alfabeta.
Sulhan. (2009). Panduan Praktis SPSS Untuk Manajemen (Keuangan, SDM, Pemasaran). Malang: Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negri Malang.
Surhayadi, dan dan Purwanto, S.K. (2003). Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modren. Jakarta: Salemba Empat.
Utari, D.T. (2019). Analisis Regresi Terapan Dengan R. Jakarta: Gramedia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Nurin Nubuwati, Afrikhatul Maulidiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








