Pergeseran Budaya Komunikasi Transaksional Mahasiswa dalam Ekosistem Cashless Society

Studi Etnografi pada Penggunaan Qris dan Mobile Banking di Kantin Kampus

Authors

  • Putri Nuraini Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Cahaya Panca Andini Reja Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Dalina Angelika Ramadhani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Nadhifa Naja Irawan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Ajeung Meuthia Aulya Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Abdur Razzaq Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i4.1003

Keywords:

transactional communication, QRIS, cashless society, social interaction, students

Abstract

Perkembangan pembayaran digital tidak hanya memengaruhi cara mahasiswa menyelesaikan transaksi, tetapi juga berpotensi berkaitan dengan pola komunikasi antara mahasiswa dan pedagang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi mahasiswa dalam transaksi tunai dan digital serta memahami pandangan mahasiswa dan pedagang terhadap interaksi yang berlangsung di kantin kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi etnografis. Data diperoleh melalui wawancara terhadap empat mahasiswa dan dua pedagang kantin, serta observasi langsung terhadap transaksi tunai dan digital di satu kantin kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode pembayaran tetap melibatkan komunikasi dasar, seperti penyampaian pesanan dan konfirmasi transaksi. Namun, pada transaksi tunai ditemukan kesempatan percakapan tambahan ketika mahasiswa menyerahkan uang dan menunggu kembalian. Pada transaksi digital, perhatian mahasiswa lebih banyak tertuju pada telepon seluler, proses pemindaian kode, dan konfirmasi pembayaran. Meskipun demikian, perbedaan durasi interaksi tidak selalu menunjukkan perbedaan keramahan. Pedagang pertama menyatakan bahwa hubungan baik dengan mahasiswa tetap terjaga, sedangkan pedagang kedua memiliki pandangan bahwa sebagian mahasiswa pengguna QRIS cenderung kurang terlibat dalam percakapan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembayaran berkaitan dengan bentuk dan kesempatan komunikasi dalam transaksi, tetapi interaksi sosial juga dipengaruhi oleh keramahan, kebiasaan, situasi antrean, dan waktu yang dimiliki mahasiswa. Temuan ini bersifat kontekstual dan tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh kantin kampus.

Author Biography

Nadhifa Naja Irawan, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia

Perkembangan pembayaran digital tidak hanya memengaruhi cara mahasiswa menyelesaikan transaksi, tetapi juga berpotensi berkaitan dengan pola komunikasi antara mahasiswa dan pedagang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi mahasiswa dalam transaksi tunai dan digital serta memahami pandangan mahasiswa dan pedagang terhadap interaksi yang berlangsung di kantin kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi etnografis. Data diperoleh melalui wawancara terhadap empat mahasiswa dan dua pedagang kantin, serta observasi langsung terhadap transaksi tunai dan digital di satu kantin kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode pembayaran tetap melibatkan komunikasi dasar, seperti penyampaian pesanan dan konfirmasi transaksi. Namun, pada transaksi tunai ditemukan kesempatan percakapan tambahan ketika mahasiswa menyerahkan uang dan menunggu kembalian. Pada transaksi digital, perhatian mahasiswa lebih banyak tertuju pada telepon seluler, proses pemindaian kode, dan konfirmasi pembayaran. Meskipun demikian, perbedaan durasi interaksi tidak selalu menunjukkan perbedaan keramahan. Pedagang pertama menyatakan bahwa hubungan baik dengan mahasiswa tetap terjaga, sedangkan pedagang kedua memiliki pandangan bahwa sebagian mahasiswa pengguna QRIS cenderung kurang terlibat dalam percakapan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembayaran berkaitan dengan bentuk dan kesempatan komunikasi dalam transaksi, tetapi interaksi sosial juga dipengaruhi oleh keramahan, kebiasaan, situasi antrean, dan waktu yang dimiliki mahasiswa. Temuan ini bersifat kontekstual dan tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh kantin kampus.

References

Bank Indonesia. (n.d.). Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/qris/default.aspx

Gunawan, A., Farrah, A., & Fatikasari, F. (2023). ScienceDirect ScienceDirect The The Effect Effect of of Using Using Transactions Using Using Transactions Cashless Cashless ( QRIS ) ( QRIS ) on on Daily Daily Payment Payment the Technology Technology Acceptance Acceptance Model Model the. Procedia Computer Science, 227, 548–556. https://doi.org/10.1016/j.procs.2023.10.557

Hatami, M. R. (2026). Qris And Changes In Student Payment Patterns : A Qualitative Study OBank Indonesia. (n.d.). Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Google. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/qris/default.aspx?utm

Lau, A., & Kulsum, U. (2023). Becoming a Cashless Society: The Role of QRIS from the Z-Generation Student’s Perspective 1. 6(1), 172–191.

Mahasiswa, P., Penggunaan, D., Sebagai, Q., Pembayaran, A., Kantin, D. I., Pembangunan, U., & Jakarta, N. V. (2024). Accounting Student Research Journal. 3(1), 42–54.

Muchtar, E. H., Trianto, B., Maulana, I., Nurul, M., Marasabessy, R. H., Hidayat, W., & Junaedi, E. (2024). Quick response code Indonesia standard ( QRIS ) E- payment adoption : customers perspective. Cogent Business & Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2316044

Nirwasita, K. S., Jannah, R. K., Situmorang, A. T., & Nurwidya, R. P. (2024). Preferensi Mahasiswa Dalam Penggunaan Qris Sebagai Alat Pembayaran Di Kantin Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. 3(1), 42–54.

Pham, T. V. (2021). Short Take: Lowering the Access Barriers to Ethnographic Methodology. 33(2), 1–7. https://doi.org/10.1177/1525822x20971092.Short

Permadi, Y. A., & Wilandari, A. (2021). Preferences of Using Quick Response Code Indonesian Standard ( QRIS ) Among Students as a Means of Digital Payment. 03(01).

Rahmi, N. (2023). Analisis Intention to Use dalam Penggunaan QRIS Sebagai Digital Payment bagi Mahasiswa. 3(2), 77–86.

Reeves, S., Kuper, A., & Hodges, B. D. (2008). Qualitative research methodologies: ethnography. BMJ, 337. https://doi.org/10.1136/bmj.a1020 F FKIP UMS STUDENTS. 15(1), 1922–1928.

Swain, J., & King, B. (2022). Using Informal Conversations in Qualitative Research. 21, 1–10. https://doi.org/10.1177/16094069221085056

Yadav, D. (2022). Criteria for Good Qualitative Research : A Comprehensive Review. The Asia-Pacific Education Researcher, 31(6), 679–689. https://doi.org/10.1007/s40299-021-00619-0

Downloads

Published

2026-11-05

How to Cite

Nuraini, P., Reja, C. P. A., Ramadhani, D. A., Irawan, N. N., Aulya, A. M., & Razzaq, A. (2026). Pergeseran Budaya Komunikasi Transaksional Mahasiswa dalam Ekosistem Cashless Society: Studi Etnografi pada Penggunaan Qris dan Mobile Banking di Kantin Kampus. Indo Green Journal , 4(4), 542 – 547. https://doi.org/10.31004/green.v4i4.1003

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)