Perbandingan Representasi Kesetaraan Gender terhadap Vara Dwikhandini dalam Pemberitaan Kasus Kematian Diplomat Ahli Muda Arya Daru pada Media Siber Sindonews dan Tempo

Authors

  • Alfaddillah Universitas Paramadina, Indonesia
  • Sheila Merista Universitas Paramadina, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i4.913

Keywords:

Analisis wacana kritis, Berita kematian Arya Daru Pangayunan, Komunikasi gender, Sindo News, TEMPO, Kesetaraan Gender, Representasi gender

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kasus kematian Arya Daru Pangayunan, seorang Diplomat Ahli Muda yang mendapatkan perhatian luas dalam pemberitaan media siber di Indonesia. Dalam pemberitaan tersebut, sosok perempuan bernama Vara Dwikhandini kerap direpresentasikan sebagai “orang ketiga” dan diposisikan sebagai pihak terakhir yang bertemu dengan Arya sebelum meninggal dunia. Konstruksi narasi ini menunjukkan adanya bias gender dan ketimpangan relasi kuasa, karena perempuan ditempatkan sebagai objek pemberitaan yang sarat dengan penilaian moral dan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan representasi kesetaraan gender terhadap Vara Dwikhandini dalam pemberitaan kasus kematian Arya Daru Pangayunan pada media siber SindoNews dan TEMPO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Sara Mills, yang menitikberatkan pada analisis posisi subjek–objek serta posisi penulis–pembaca dalam teks berita. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital terhadap pemberitaan di media siber SindoNews dan TEMPO, dan analisis dokumen. Media siber SindoNews cenderung mereproduksi wacana patriarki dengan menonjolkan aspek moralitas dan seksualisasi Vara Dwikhandini, sehingga mengaburkan hak dan posisinya sebagai saksi perempuan. Sebaliknya, TEMPO lebih menempatkan Vara sebagai subjek yang memiliki hak, martabat, dan posisi setara dalam pemberitaan. Temuan ini menegaskan masih kuatnya praktik pembungkaman simbolik terhadap perempuan dalam media siber, sekaligus menunjukkan bahwa penerapan prinsip kesetaraan gender dalam praktik jurnalisme sangat menentukan arah dan kualitas representasi perempuan dalam wacana publik.

References

Eriyanto. (2001). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. LKiS.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Kristiana, D. (2020). Analisis wacana kritis: Pengantar praktis. Pustaka Pelajar.

Mills, S. (2007). Diskursus (A. N. Zaman, Penerj.). Qalam. (Karya asli diterbitkan 1997).

Sari, R. P. (2014). Pembungkaman kaum perempuan dalam film Indonesia: Penerapan teori Muted Group dalam film “Pertaruhan”. Jurnal Komunikasi, 9(1), 117–130.

SindoNews. (2025a). Pengacara keluarga Arya Daru minta Vara dan Dion diperiksa.

SindoNews. (2025b). Pengacara keluarga Arya Daru minta polisi ungkap hasil pemeriksaan Vara dan Dion.

SindoNews. (2025c). Terungkap! Arya Daru dan Vara check-in di hotel sebanyak 24 kali.

SindoNews. (2025d). Sosok Vara di pusaran kematian Arya Daru, polisi: Apa perlu diungkap aib orang lain?

Tempo Mingguan 14 Desember 2025. Fakta-fakta Baru Kematian Diplomat Arya Daru

Ulandari, W. R., & Ismail, I. (2025). Analisis paradigma positivisme, kritis, konstruktivisme serta penerapannya dalam ekonomi Islam. Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine, 10(2), 20–24.

Downloads

Published

2026-10-14

How to Cite

Alfaddillah, A., & Merista, S. (2026). Perbandingan Representasi Kesetaraan Gender terhadap Vara Dwikhandini dalam Pemberitaan Kasus Kematian Diplomat Ahli Muda Arya Daru pada Media Siber Sindonews dan Tempo. Indo Green Journal , 4(4), 39 – 45. https://doi.org/10.31004/green.v4i4.913

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.