Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Kota Jambi
Perkembangan, Fungsi, dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i3.852Keywords:
Bangunan Kolonial, Kota Jambi, Sejarah Lokal, Sumber BelajarAbstract
Bangunan peninggalan kolonial Belanda di Kota Jambi merupakan bukti perkembangan kota pada masa kolonial dalam bidang pemerintahan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan, perubahan fungsi, serta pemanfaatan bangunan kolonial sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan sumber tertulis dan dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai bangunan kolonial di Kota Jambi mengalami perubahan fungsi dan kondisi setelah berakhirnya masa kolonial. Sebagian bangunan tetap digunakan, sebagian beralih fungsi, dan sebagian lainnya mengalami perubahan atau tidak lagi bertahan secara fisik. Bangunan kolonial juga memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah lokal melalui foto, arsip, dokumentasi, maupun pengamatan langsung. Pemanfaatannya dapat membantu peserta didik memahami perkembangan sejarah Kota Jambi, perubahan dan keberlanjutan, serta meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian warisan sejarah.
References
Agustiningsih, E. P., Sulistyono, S. T., & Puguh, D. R. (2021). Islamic and Dutch schools in Jambi during colonial era. Indonesian Historical Studies, 5(1), 59–72. https://doi.org/10.14710/ihis.v5i1.10006.
Aritonang, G. (2023). Transformasi bentuk dan fungsi bangunan gedung eks Rumah Residen Jambi tahun 1918. S1 thesis, Universitas Jambi.
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V. (2016). Dulu & sekarang: Kantor Residen Jambi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi. (2025, 24 September). Cagar budaya Water Toren: Simbol pengibaran bendera Merah Putih pertama di Jambi.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi. (2025, 16 Desember). Cagar budaya dunia kesehatan: Dari penamaan Rumah Sakit DKT hingga menjadi dr. Bratanata.
Disvia, F. M., Purnomo, B., & Meihan, A. M. (2024). Jambi masa kolonialisme dan imperialisme sebagai sumber pembelajaran sejarah: Study kasus kepemimpinan H. Ismail pada masyarakat Kerinci dalam perjuangan melawan Belanda (1903–1925). Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 10096–10110. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.13908.
Heribertus, A., & Seprina, R. (2022). Jambi masa kolonialisme imperialisme sebagai sumber pembelajaran sejarah: Study kasus kawasan pusat kota pemerintahan Belanda di Jambi tahun 1906–1942. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 1(3), 26–41. https://doi.org/10.22437/krinok.v1i3.18340.
Karmela, S. H., Febrianti, A. N., & Rahman, A. (2018). Bangunan bersejarah periode kolonial dan pemanfaatannya dalam pembelajaran sejarah lokal Jambi. Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari, 2(2). https://doi.org/10.33087/istoria.v2i2.47.
Susnayanti, S., & Sinurat, J. Y. (2024). Pemanfaatan bangunan bekas peninggalan kolonial Belanda sebagai sumber belajar sejarah lokal Jambi. Prabayaksa: Journal of History Education, 4(2), 62–70. https://doi.org/10.20527/pby.v4i2.12295.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zavira Nabila, Rani Ayuni Zipah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








