Hubungan Status Gizi pada Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Bayi Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i3.788Keywords:
BBL, Ibu Hamil, Status GiziAbstract
Data di wilayah kerja Puskesmas Kotaanyar tahun 2025 menunjukkan terdapat 64 ibu hamil dengan status gizi KEK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 ibu melahirkan bayi dengan berat badan normal dan 4 ibu melahirkan bayi dengan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi pada ibu hamil dengan kejadian berat badan bayi lahir di Puskesmas Kotaanyar, kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 52 ibu hamil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Ibu hamil KEK yang melahirkan bayi dengan berat badan normal sebanyak 84,6%, sedangkan yang melahirkan BBLR sebanyak 15,4%. Ibu hamil dengan status gizi normal yang melahirkan bayi dengan berat normal sebanyak 92,4% dan BBLR 7,6%. Analisis status gizi pada ibu hamil dengan kejadian berat badan bayi lahir didapatkan p-value =0,334>α=0,05. Tidak ada hubungan status gizi pada ibu hamil dengan kejadian berat badan bayi lahir. Saran ibu hamil diharapkan tetap menjaga status gizi dan kesehatan selama kehamilan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC), serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
References
Andriani, F. (2019). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta: Salemba Medika.
Arikunto, S. (2020). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Buda, I. P., & Sajekti, R. (2016). Buku Ajar Neonatus, Bayi dan Balita. Yogyakarta: Nuha Medika.
Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Spong, C. Y., & Dashe, J. S. (2022). Williams Obstetrics (26th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Elsevier. (2018). Nutrition and Metabolism. Amsterdam: Elsevier Health Sciences.
Fathonah, S. (2016). Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Erlangga. Febrianti, R., & Aslina, A. (2022). Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dalam masa transisi. Jurnal Kebidanan, 11(2), 88–97.
Harna, H., Sari, D. P., & Wijayanti, R. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 17(1), 45–58.
Hasnidar. (2021). Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir dan Neonatus. Makassar: CV Media Sains Indonesia.
Herman. (2020). Konsep Dasar Neonatologi. Jakarta: EGC.
Hidayati, N. (dalam Putu, N. A., dkk.). (2022). Hubungan lingkar lengan atas dengan indeks massa tubuh ibu hamil. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 14(2), 85 92.
Husna, N. (dalam Vera, R., dkk.). (2023). Hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Jurnal Kebidanan, 12(1), 33–41.
Sugijati, (Husnia N Wardana, dkk.). (2022). Hubungan Faktor Usia dan Paritas Ibu dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD Tongas Probolinggo Tahun 2022. Jurnal Ibu dan Anak, https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/10436/7377
Indriyani, R., & Moudy, E. U. (2016). Perkembangan dan Adaptasi Sistem Pulmoner Neonatus. Jakarta: EGC.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kuniarum, A. (2016). Fisiologi Neonatus. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Manuaba, I. A. C. (2019). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta: EGC.
Murdiana. (2017). Asuhan Kebidanan Neonatus dan Bayi. Jakarta: Trans Info Media.
Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (Edisi 4). Jakarta: Salemba Medika
Olusanya, B. O., & Ofovwe, G. E. (2010). Predictors of preterm birth and low birth weight in an inner-city hospital in sub-Saharan Africa. Maternal and Child Health Journal, 14(6), 978–986.
Prawirohardjo, S. (2018). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Prawirohardjo, S. (2020). Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Rukiah, A. Y., & Yulianti, L. (2022). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta: Trans Info Media.
Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. (2018). Varney’s Midwifery (5th ed.). Burlington: Jones & Bartlett Learning.
Saifuddin, A. B. (2016). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sembiring, J. (2019). Buku Ajar Neonatologi. Medan: USU Press.
Sinambela, L. P. (2021). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Graha Ilmu. Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suhardi. (2023). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sujarweni, V. W. (2022). Metodologi Penelitian Keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Wagiyo, & Putrono. (2016). Asuhan Keperawatan Neonatus dan Anak. Yogyakarta: Andi Offset.
World Health Organization. (2016). WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2016). Guideline: Daily Iron and Folic Acid Supplementation in Pregnant Women. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ria Supriatin, Sugijati, Sri Winarni , Kiswati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








