Hubungan Tingkat Resilience dengan Tingkat Depresi Pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i3.689Keywords:
Kanker Payudara, Kemoterapi, Resilience, Tingkat DepresiAbstract
Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi sering mengalami dampak psikologis, salah satunya tingkat depresi. Resilience merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit kembali dalam menghadapi tekanan akibat penyakit dan proses pengobatan. Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi sering mengalami masalah emosional, fisik, hingga psikososial dikarenakan efek samping yang dirasakan dari kemoterapi, tekanan atau stres yang berkepanjangan dapat memicu munculnya depresi, mengingat tingkat depresi adalah masalah psikologis yang sering terjadi pada pasien kemoterapi dan akan sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien serta kepatuhan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat resilience dengan tingkat depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia dewasa akhir (52,1%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (91,8%), memiliki tingkat pendidikan menengah (82,2%), dan memiliki riwayat keluarga mengalami kanker (65,8%). Sebagian besar responden berada pada kategori resilience tinggi (84,9%), sedangkan resilience sedang (15,1%). Gambaran tingkat depresi menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori depresi minimal (45,2%), diikuti depresi ringan (35,6%) dan depresi sedang (19,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat resilience dengan tingkat depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi (p =0,000), disimpulkan ada hubungan tingkat resilience dengan tingkat depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Pasien dan keluarga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya resilience dalam menghadapi proses pengobatan kemoterapi.
References
Akili, N. L., Wulansari, I., & Salawali, S. H. (2025). Hubungan Dukungan Keluarga dan Kecemasan dengan Kepatuhan Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara. Gorontalo Journal of Public Health, 8(1), 1-9.
Antari, N. K. W., Jayanti, D. M. A. D., & Sanjiwani, A. A. S. (2023). Hubungan Resiliensi dengan Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(2), 293-304.
Ardhiansyah, A. O. (2021). Tips Mengatasi Efek Samping Kemoterapi. Seri Onkologi Komunitas. Surabaya: Airlangga University Press.
Council, C. (2022). Understanding chemotherapy, A guide for people with cancer, their families and friends: Australia. Cancer Council
Dartiwen., & Aryanti, M. (2022). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Remaja Dan Perimenopause. Deepublish.
Fitri, I. N., Agustiyowati, T. H. R., Meilianingsih, L., Sukarni, S., & Waluya, N. A. (2025). Hubungan Resiliensi Dengantingkat Kecemasan Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 17(1), 64-71.
Globocan. (2020). South-Eastern Asia Global Cancer Observatory. In International Agency For Research on Cancer. Retrieved from https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/920-south-eastern-asia-fact
Hendriani, W. (2022). Resiliensi Psikologis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Kencana.
Kanbayti, I. H., Alzahrani, M. A., Yeslam, Y. O., Habib, N. H., Hadadi, I., Almaimoni, Y., Alahmadi, A., & Ekpo, E. U. (2024). Association between Family History of Breast Cancer and Breast Density in Saudi Premenopausal Women Participating in Mammography Screening. Clinics and Practice, 14(1), 164-172.
Kemenkes. 2024. Rencana Kanker Nasional 2024-2034. Available from https://www.iccp-portal.org/sites/default/files/plans/Rencana Kanker Nasional 2024-2034.pdf
Laila, N., Wahyuningsih, I. S., & Noor, M. A. (2025). Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Quantum Wellness: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(3), 334–346.
Luthfia, G., Huda, N., & Aziz, A. R. (2024). Hubungan kesejahteraan spiritual dengan citra tubuh pasien kanker payudara post mastektomi di RSUD Arifin Achmad. Jurnal Riset Media Keperawatan, 7(1), 27-36.
Novitarum, L., Siregar, M. F. G., Siregar, F. A., & Lubis, N. L. (2023). Bebas Kanker Payudara: Kenali dan Hindari Sejak Dini. Yogyakarta: Deepublish.
Rizka, Y., & Damanik, S. R. (2025). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Di Rsud Arifin Achmad. Journal of Midwifery Science and Women's Health, 6(1), 78-87.
Simatupang, L. L., Hasibuan, M.., Sinaga, T. R. & A. (2024). Model Diet Terapi Hormon Mencegah Kekambuhan Kanker Payudara: Evidence Based Practice. Jawa Barat: CV Jejak (Jejak Publisher).
Susilawati, & Nurhayati. (2024). Karakteristik pasien kanker payudara dengan kemoterapi di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Jurnal Ners Generation, 3(4), 147–156.
World Health Organization (WHO). 2020. Breast Cancer https://share.google/RVOqQix1Nwu8GCoA9
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Rahmadani, Sofiana Nurchayati, Novita Kusumarini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








