Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Permainan Balok Kayu Bentuk Geometri pada Anak TK Frater Don Bosco Tomohon

Authors

  • Wa Diana Klara Universitar Negeri Manado, Indonesia
  • Mieke O. Mandagi Universitas Negeri Manado, Indonesia
  • Olga R. M. Sumual Universitas Negeri Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.419

Keywords:

Motorik Halus, Permainan Balok Kayu, Geometri, Anak Usia Dini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan permainan balok kayu bentuk geometri pada anak TK Frater Don Bosco Tomohon. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan motorik halus anak, di mana dari 15 anak yang diamati, hanya 3 anak (20%) yang menunjukkan perkembangan motorik halus sesuai tahap perkembangannya. Permasalahan yang ditemukan meliputi kesulitan koordinasi mata-tangan, kurangnya ketelitian dan keterampilan jari, rendahnya konsentrasi, serta anak cepat bosan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak (8 laki-laki dan 7 perempuan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tanya jawab. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada siklus I, tingkat keberhasilan anak baru mencapai 40%, di mana 3 anak masih belum berkembang (BB) dan 6 anak masih dalam kategori mulai berkembang (MB). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, tingkat keberhasilan meningkat menjadi 100%, dengan 3 anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 12 anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan permainan balok kayu bentuk geometri secara efektif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan bermain yang menyenangkan.

References

Aqib, Z. (2006). Penelitian tindakan kelas untuk guru. Yrama Widya.

Fadlillah, M. (2019). Buku ajar bermain dan permainan anak usia dini. Prenada Media.

Jenal Abidin. (2023). Upaya peningkatan motivasi siswa dalam melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Abdimas Siliwangi, 6(3).

Livana, S. A. R., & Hartati, N. (2018). Stimulasi perkembangan motorik halus pada anak usia dini. Media Edukasi.

Mandagi, M. (2022). Penerapan permainan konstruktif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(3), 112–120.

Mandagi, M., & Tolukun, T. (2024). Efektivitas permainan balok kayu bentuk geometri terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(2), 78–89.

Nurlaili, L. M. (2019). Perkembangan motorik halus anak usia dini. Deepublish.

Pyle, A., & Bigelow, A. (2015). Play in kindergarten: An interview and observational study in three Canadian classrooms. Early Childhood Education Journal, 43(5), 385–393.

Trianto. (2011). Model pembelajaran terpadu. Bumi Aksara.

Wahyudi, A. I. H. A., & Auliana, C. N. (2021). Pengaruh media tangram terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia dini. PAUD Lectura, 4(2), 8–12.

Wantah, M. E., & Helen, F. (2021). Permainan plastisin untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelas B TK Cahaya Kasih Modayag. Thufuli: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1).

Wulan, S. (2018). Pengembangan motorik anak usia dini melalui permainan edukatif. Andi Offset.

Downloads

Published

2026-06-09

How to Cite

Klara, W. D., Mandagi, M. O., & Sumual, O. R. M. (2026). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Permainan Balok Kayu Bentuk Geometri pada Anak TK Frater Don Bosco Tomohon. Indo Green Journal , 4(2), 1306 – 1312. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.419

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.