Meningkatkan Kemampuan Berhitung Melalui Alat Permainan Edukatif Counting Mini Box Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Frater Don Bosco Tomohon

Authors

  • Flower Jesica Margaretha Woi Universitas Negeri Manado, Indonesia
  • Fera Luicia Tampi Universitas Negeri Manado, Indonesia
  • Jenny I.J Dengah Universitas Negeri Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.391

Keywords:

Kemampuan Berhitung, Alat Permainan Edukatif, Permainan Counting Mini Box, Anak Usia Dini

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun, khususnya dalam mengenal bentuk angka, mengurutkan bilangan, serta menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan sederhana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berhitung melalui penggunaan alat permainan edukatif Counting Mini Box sebagai media manipulatif konkret yang memfasilitasi anak menghubungkan simbol bilangan dengan kuantitas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 20 anak Kelompok B, di mana tindakan difokuskan pada 11 anak dengan kemampuan rendah kelompok B2 TK Frater Don Bosco Tomohon sebagai subjek penelitian. “Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kombinasi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif sederhana berupa persentase ketuntasan belajar untuk menilai peningkatan kemampuan berhitung pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari siklus I, di mana ketuntasan belajar mencapai 55,55%, menuju siklus II yang mencapai 99,99% anak memenuhi indikator ketuntasan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan Counting Mini Box efektif dalam membantu anak memahami konsep angka, menghubungkan simbol bilangan dengan jumlah benda, serta menyelesaikan operasi hitung sederhana dengan lebih tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media permainan edukatif berbasis manipulatif konkret mampu meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini dan memberikan implikasi bahwa pembelajaran matematika awal perlu memanfaatkan media kreatif yang menarik, konkret, serta sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak.

References

Agustin, E. T., Hernanda, A. S., Apipah, L., & Noviyani, L. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi permasalahan perkembangan anak usia dini di Kelompok Belajar Cerdas Ceria 2. Literasi: Journal of Innovation Literacy Studies, 1(2), 141–151.

Diana, D., Mansoer, Z., & Syaikhu, A. (2020). Upaya meningkatkan kemampuan berhitung permulaan dengan bermain ular tangga. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara III, 47–54.

Handayani, A. D., Yulianto, D., Samijo, S., Yohanie, D. D., & Darsono, D. (2020). Penyusunan bahan ajar pengembangan kognitif melalui pendekatan Iceberg pada anak kelompok TK B. Efektor, 7(2). https://doi.org/10.29407/e.v7i2.14994

Harahap, Y. J., & Fitria, D. (2024). Pembelajaran pendekatan saintifik terhadap kemampuan berhitung pada anak. Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA, 9(1), 6–11.

Ibrohim, M. (2024). Pengembangan media Counting Box pada pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan kelas 1 sekolah dasar (Tesis doktoral, Universitas Jambi).

Istiqomah, N., & Maemonah, M. (2022). Konsep dasar teori perkembangan kognitif pada anak usia dini menurut Jean Piaget. Khazanah Pendidikan, 15(2), 151–158.

Purnama, S. (2019). Belajar melalui permainan pada anak usia dini.

Santoso, A., et al. (2023). Pengaruh penggunaan media Counting Box terhadap hasil belajar matematika siswa. Jurnal Pendidikan.

Septiyani, F. K., Rintayati, P., & Istiyati, S. (2018). Pengaruh board games terhadap kemampuan matematika dalam pengenalan konsep penjumlahan dan pengurangan pada anak usia 5–6 tahun. Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4).

Sujiono, Y. N. (2010). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. PT Indeks.

Susanto, A. (2011). Perkembangan anak usia dini. Kencana.

Susanto, A. (2014). Perkembangan kognitif anak usia dini. Kencana Prenada Media Group.

Suryanto. (2005). Konsep dasar anak usia dini. Departemen Pendidikan Nasional.

Triharso, A. (2013). Permainan kreatif dan edukatif untuk anak usia dini. Andi Offset.

Turnip, H. A., & Wijayaningsih, L. (2022). Pengembangan dadu QR code untuk alternatif pengenalan calistung anak usia 5–6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4392–4404.

Wardana, A. S., & Setianingsih, D. (2024). Pengaruh media Counting Box untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak tunagrahita ringan. Jurnal Basicedu.

Widayati, S., et al. (2023). Persepsi calon guru anak usia dini mengenai konsep bilangan 1–10. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 5(2), 70–81.

Yaie, F. I. J. Y., Fauzi, T., & Andriani, D. (2022). Upaya meningkatkan kemampuan berhitung melalui permainan kotak pintar pada anak usia dini. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 8–16.

Yanuarsari, R., & Latifah, E. D. (2022). Meningkatkan kemampuan anak dalam berhitung melalui metode bernyanyi dengan media flash cards. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD), 2(2), 128–133.

Downloads

Published

2026-06-07

How to Cite

Woi, F. J. M., Tampi, F. L., & Dengah, J. I. (2026). Meningkatkan Kemampuan Berhitung Melalui Alat Permainan Edukatif Counting Mini Box Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Frater Don Bosco Tomohon. Indo Green Journal , 4(2), 1198 – 1202. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.391

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)