Implementasi SPBE Dalam Transformasi Layanan M-Paspor di Pekanbaru

Studi Fenomenologi Komunikasi Digital

Authors

  • Adam Muhammad Azuri Universitas Riau, Indonesia
  • Mirawati Universitas Riau, Indonesia
  • Septri Windiyana Putri Universitas Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.355

Keywords:

SPBE, M-Paspor, Fenomenologi Komunikasi Digital, Transformasi Digital, Layanan Publik, Kesenjangan Implementasi

Abstract

Studi ini mengeksplorasi penggunaan kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam perubahan layanan M-Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru. Metode studi ini menggunakan fenomenologi komunikasi digital. Tujuan dari pergeseran ke sistem digital dari sistem manual adalah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan perbedaan antara pengalaman pengguna dan standar kebijakan. Untuk mempelajari pengalaman hidup pemohon dan petugas, penelitian ini menggunakan metode fenomenologi kualitatif. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan dokumen kebijakan dan wawancara menyeluruh dengan pemohon (informan R) dan Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM). Hasil menunjukkan bahwa aplikasi M-Paspor berhasil mengurangi antrean dan percaloan. Namun, aplikasi masih menghadapi masalah teknis seperti kesalahan sistem, loading lambat, keterbatasan kuota, fenomena walk-in, kesalahan literasi digital, dan komunikasi digital yang buruk. Komunikasi digital bersifat hybrid, atau digital-interpersonal, di mana petugas berfungsi sebagai mediator. Komunikasi digital adalah elemen utama menurut model konseptual yang dibuat. Aktor, media, pesan, proses interaksi, faktor moderasi, literasi digital, infrastruktur, dan kompetensi SDM, serta output, seperti pemahaman, kepuasan, dan kepercayaan. Studi menunjukkan bahwa penggunaan SPBE masih berpusat pada teknologi daripada pada pengguna. Rekomendasi termasuk meningkatkan strategi komunikasi multikanal, meningkatkan infrastruktur, program literasi digital, mengoptimalkan peran pendamping digital petugas, dan mengembangkan aplikasi yang lebih ramah pengguna. Studi ini memberikan kontribusi konseptual untuk membangun model komunikasi digital untuk pelayanan publik yang lebih fleksibel dan terbuka.

References

Arief, A. (2021). Kajian literatur (systematic literature review): Kendala penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). PROtek: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, 8(1), 60–65.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Laporan survei penetrasi internet Indonesia 2024. APJII.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.

Edward III, G. C. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.

Heeks, R. (2006). Implementing and managing e-government: An international text. SAGE Publications.

Hidayat, R., & Kurniawan, D. (2024). Digital innovation in immigration services. Journal of Public Administration Studies, 12(1), 45–60.

Kementerian PANRB. (2021). Pedoman sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Kencono, B. D., et al. (2024). Transformasi pemerintahan digital: Tantangan dalam perkembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) di Indonesia. JIIP, 7(2), 1498–1506.

Luneto, A. R., et al. (2025). Digitalization of public sector AIS in Indonesia: Opportunities and challenges (A systematic literature review). Majalah Bisnis & IPTEK, 18(2).

Nafi’ah, B. A. (2022). Challenges of implementing electronic-based government systems (SPBE) in local governments. KnE Social Sciences.

Nugroho, R. A., & Purbokusumo, Y. (2020). E-government readiness: Main actor readiness assessment for e-government application in Indonesia. Jurnal IPTEK-KOM, 22(1), 1–17.

Pratama, A. Y., et al. (2025). Digital transformation through e-government. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), 14(3).

Rahmawati, N., & Yusuf, M. (2021). Digital communication effectiveness. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 134–148.

Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Rezaldi, F., et al. (2024). Digital transformation in immigration services. Journal of Governance and Public Policy, 11(1), 22–38.

Downloads

Published

2026-06-03

How to Cite

Azuri, A. M., Mirawati, M., & Putri, S. W. (2026). Implementasi SPBE Dalam Transformasi Layanan M-Paspor di Pekanbaru: Studi Fenomenologi Komunikasi Digital. Indo Green Journal , 4(2), 1051 – 1059. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.355

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.