Layanan Konseling Individu dengan Pendekatan Humanistik dalam Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Perundungan di SMP Negeri 6 Bitung

Authors

  • Natalie Christy Alow Universitas Negeri Manado, Indonesia
  • Meisie Lenny Mangantes Universitas Negeri Manado, Indonesia
  • Djailan Mansur Universitas Negeri Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.332

Keywords:

Layanan Konseling Individu, Pendekatan Humanistik, Resiliensi, Perundungan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan melalui layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui perencanaan, observasi, Tindakan, analisis, refleksi, dan angket. Analisis data dilakukan untuk melihat peningkatan resiliensi siswa korban perundungan (subjek). Dari hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan resiliensi siswa setelah diberikan layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik ditandai dengan kemampuan siswa mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta mampu menghadapi dan bangkit dari keterpurukan karena pengalaman perundungan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan.

References

Adiyono, A., Irvan, I., & Rusanti, R. (2022). Peran guru dalam mengatasi perilaku bullying. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(3), 649–658.

Andreou, E., Roussi-Vergou, C., Didaskalou, E., & Skrzypiec, G. (2020). School bullying, subjective well-being, and resilience. Psychology in the Schools, 57(8), 1193–1207.

Coloroso, B. (2003). Stop bullying: Memutuskan rantai kekerasan anak dari pra sekolah hingga SMU (S. I. Astuti, Trans.). PT Serambi Ilmu Semesta.

Corey, G. (2013). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. PT Refika Aditama.

Depdiknas. (2008). Bimbingan dan konseling di sekolah. Ditjen PMPTK.

Gibson, R. L., & Mitchell, M. H. (1986). Introduction to counseling and guidance. Macmillan Publishing Company.

Gladden, R. M., Vivolo-Kantor, A. M., Hamburger, M. E., & Lumpkin, C. D. (2014). Bullying surveillance among youths: Uniform definitions for public health and recommended data elements (Version 1.0). Centers for Disease Control and Prevention.

Grotberg, E. H. (1995). A guide to promoting resilience in children: Strengthening the human spirit (Vol. 8). Bernard van Leer Foundation.

Harahap, D. (2020). Teori Carl Rogers dalam membentuk pribadi dan sosial yang sehat. Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 2(2), 321–324.

Harahap, W. S., Nasution, F., & Ahkas, A. W. (2024). Upaya meningkatkan resiliensi siswa korban bullying melalui layanan konseling individual.

Hidayat, D. R. (2015). Psikologi kepribadian dalam konseling. Ghalia Indonesia.

Hidayat, D. R., & Badrujaman, A. (2012). Penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Indeks.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner. Deakin University Press.

Khanlou, N., & Wray, R. (2014). A whole community approach toward child and youth resilience promotion: A review of resilience literature. International Journal of Mental Health and Addiction, 12, 64–79.

Luthar, S. S. (2006). Resilience in development: A synthesis of research across five decades.

Mangantes. (2023). Kepercayaan diri rendah pada peserta didik dan interaksi sosial teman sebaya. Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling, 4(2), 88–95.

Mansur, D., Aditama, M. H., Syam, S., & Taher, Y. (2021). Professionalism guidance and counseling teachers. Educouns Journal: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling, 2(2), 91–99. https://doi.org/10.53682/educouns.v2i2.2607

Muzdalifah. (2020). Bullying. Jurnal Penelitian Pengembangan Keilmuan, 1(1), 52.

Nasution, S. M. (2011). Resiliensi: Daya pegas menghadapi trauma kehidupan. USU Press.

Pratiwi, V., Razzaq, A., & Ramadoni, M. A. (2023). Penerapan konseling individu dengan pendekatan humanistik dalam mengatasi insecure pada korban bullying. Jurnal Konseling Indonesia, 8(1), 22–30.

Prayitno. (2004). Layanan konseling perorangan. Fakultas Ilmu Pendidikan UNP.

Rahman, S., & Hibana. (2003). Bimbingan dan konseling pola 17. Rineka Cipta.

Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The resilience factor: 7 essential skills for overcoming life’s inevitable obstacles. Broadway Books.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Setiawati, F. A. (2009). Pendekatan humanistik dalam bimbingan konseling di sekolah untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Paradigma, 4(08).

Singh, K., & Yu, X. (2010). Psychometric evaluation of the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) in a sample of Indian student. Journal of Psychology, 1(1), 23–30.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukardi, D. K. (2010). Pengantar pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Rineka Cipta.

Wardhana, K. (2015). Buku panduan melawan bullying. Layanan Pengaduan KPPPA.

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2012). Landasan bimbingan dan konseling. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-05-28

How to Cite

Alow, N. C., Mangantes, M. L., & Mansur, D. (2026). Layanan Konseling Individu dengan Pendekatan Humanistik dalam Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Perundungan di SMP Negeri 6 Bitung. Indo Green Journal , 4(2), 866 – 869. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.332

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.