Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural terdahap Dinamika Sosial Masyarakat Kelurahan Tentena, Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Sulawesi Tengah

Authors

  • Basran Sirula Universitas Negeri Gorontalo
  • Roni Lukum Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia
  • Ahwad Anding
  • , Syarif K. Moito Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.320

Keywords:

3-8 Pendidikan Multikultural, Dinamika Sosial, Tentena

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai pendidikan multikultural terhadap dinamika sosial masyarakat Kelurahan Tentena, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Dalam penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai praktik sosial masyarakat dalam keberagaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan multikultural telah terintegrasi dalam kehidupan sosial masyarakat Tentena melalui praktik toleransi, empati, solidaritas, gotong royong, kesetaraan, penghargaan terhadap perbedaan, kontrol sosial, dan kearifan lokal. Nilai toleransi dan empati tampak dalam kebiasaan masyarakat saling membantu pada acara pernikahan, kedukaan, kegiatan sosial, dan tradisi Padungku tanpa membedakan agama maupun suku. Struktur sosial masyarakat juga menunjukkan kecenderungan yang relatif terbuka karena perbedaan marga, status sosial, jabatan, maupun kekayaan tidak menjadi pembatas utama dalam hubungan sosial. Selain itu, pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh adat, aparat keamanan, dan masyarakat berperan dalam menjaga ketertiban melalui pembinaan, sosialisasi, teguran sosial, serta pengawasan bersama. Meskipun demikian, masyarakat Tentena masih menghadapi tantangan perubahan sosial akibat perkembangan teknologi, terutama pada etika komunikasi generasi muda, penggunaan bahasa daerah, dan pelestarian budaya lokal.

References

Baidhawy, Z. (2005). Pendidikan agama berwawasan multikultural. Erlangga.

Banks, J. A. (1993). Multicultural education: Development, dimensions, and challenges. Phi Delta Kappa International, 22–28.

Cagara, S. (2013). Rekonsiliasi masyarakat pasca konflik (kasus masyarakat Poso dan Halmahera Utara). Socius, 41–47.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2019). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Pustaka Pelajar.

Damsar. (2011). Pengantar sosiologi pendidikan. Kencana.

Effendi, T. N. (2013). Budaya gotong royong masyarakat dalam perubahan sosial saat ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 1–18.

Kaliongga, A., Iriani, A., & Mawardi. (2023). Reintegrasi dan kontekstualisasi kearifan lokal Sintuwu Maroso: Upaya menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0 menuju society 5.0. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 117–127.

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.

Mahfud, C. (2016). Pendidikan multikultural. Pustaka Pelajar.

Martono, N. (2012). Sosiologi perubahan sosial: Perspektif klasik, modern, posmodern, dan poskolonial. Rajagrafindo Persada.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Narwoko, J. D., & Suyanto, B. (2019). Sosiologi: Teks pengantar dan terapan. Prenada Media Group.

Nasrullah, R. (2016). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Rosyada, D. (2014). Pendidikan multikultural di Indonesia sebuah pandangan konsepsional. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal, 1–12.

Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara: Dari keris, tortor, sampai industri budaya. Komunitas Bambu.

Soekanto, S. (2013). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryana, Y., & Rusdiana, A. (2015). Pendidikan multikultural: Suatu upaya penguatan jati diri bangsa, konsep, prinsip, dan implementasi. Pustaka Setia.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Wijaya, N. (2020). Resolusi konflik berbasis budaya oleh masyarakat Kabupaten Poso. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 58–63.

Zamroni. (2013). Pendidikan demokrasi pada masyarakat multikultur. Ombak.

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

Sirula, B., Lukum, R., Anding, A., & Moito, , S. K. (2026). Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural terdahap Dinamika Sosial Masyarakat Kelurahan Tentena, Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Indo Green Journal , 4(2), 771 – 780. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.320

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.