Representasi Bencana Ekologi dalam Wacana Berita Online

Analisis Wacana Kritis terhadap Pemberitaan Kebakaran Hutan Sumatera

Authors

  • Kaila Azzahra Yasmin Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Stephanie Br Sipayung Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Mutiara Angelica Hasian Sihite Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Huraiyah Jiratullah Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/green.v4i2.310

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, Bencana Ekologi, Kebakaran Hutan, Media Online, Fairclough, Sumatra

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi bencana ekologi kebakaran hutan Sumatra dalam wacana berita online menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) tiga dimensi Norman Fairclough. Data dikumpulkan dari tiga artikel berita pada media daring Kompas.com, Tempo.co, dan CNN Indonesia yang diterbitkan pada periode 2023–2025 terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra. Analisis difokuskan pada tiga dimensi: teks (pilihan leksikal, metafora, konstruksi gramatikal), praktik wacana (intertekstualitas, sumber kutipan), dan praktik sosial (ideologi dan kepentingan di balik framing berita). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media cenderung mengonstruksi kebakaran hutan sebagai "bencana alam" dibandingkan sebagai akibat tindak manusia atau korporasi, mengaburkan agen penyebab kebakaran. Suara masyarakat adat dan petani kecil hampir absen dari pemberitaan, sementara narasi dominan berpihak pada kerangka pemerintahan dan teknis. Praktik wacana ini melayani kepentingan ekonomi-politik tertentu dengan menormalkan eksploitasi lahan dan memindahkan tanggung jawab dari pelaku industri ke faktor alam dan pelaku skala kecil.

References

Boykoff, M. T. (2011). Who speaks for the climate? Making sense of media reporting on climate change. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511973321

Boykoff, M. T., & Boykoff, J. M. (2007). Climate change and journalistic norms: A case-study of US mass-media coverage. Geoforum, 38(6), 1190–1204. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2007.01.008

Cottle, S. (2009). Global crises and the media. Peter Lang.

Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x

Fairclough, N. (1992). Discourse and social change. Polity Press.

Fairclough, N. (1995). Media discourse. Edward Arnold.

Gans, H. J. (1979). Deciding what’s news: A study of CBS Evening News, NBC Nightly News, Newsweek, and Time. Pantheon Books.

Hansen, A. (2019). Environment, media and communication (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429468049

Haryanto, I. (2020). Depolitisasi isu lingkungan dalam media mainstream Indonesia: Studi framing karhutla 2019. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(1), 1–18. https://doi.org/10.7454/jki.v9i1.11156

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Laporan situasi kebakaran hutan dan lahan tahun 2023. KLHK RI.

Kiely, G., Tausz, M., & Baisden, W. T. (2021). Tropical peatland fires and climate change in Southeast Asia. Nature Climate Change, 11(4), 287–295. https://doi.org/10.1038/s41558-021-01002-5

Lakoff, G., & Johnson, M. (1980). Metaphors we live by. University of Chicago Press.

Li, T. M. (2007). The will to improve: Governmentality, development, and the practice of politics. Duke University Press.

Lim, M. (2012). The league of thirteen: Media concentration in Indonesia. Participatory Media Lab & Ford Foundation. https://doi.org/10.2139/ssrn.2068271

Prasetyo, B., Nugroho, Y., & Amalia, R. (2021). Eufemisme korporasi dalam pemberitaan karhutla: Analisis framing media arus utama Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 145–162. https://doi.org/10.24002/jik.v19i2.4521

Purnomo, H., Shantiko, B., Sitorus, S., Gunawan, H., Achdiawan, R., Kartodihardjo, H., & Dewayani, A. A. (2019). Fire economy and actor network of the forest and land fires in Indonesia. Forest Policy and Economics, 78, 21–31. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2017.01.001

Safitri, D., & Wibowo, R. (2022). Absennya korporasi dalam narasi karhutla: Analisis wacana kritis pemberitaan kebakaran gambut Sumatra. Jurnal Studi Komunikasi, 6(3), 789–808. https://doi.org/10.25139/jsk.v6i3.4892

Tsing, A. L. (2005). Friction: An ethnography of global connection. Princeton University Press.

Van Dijk, T. A. (2015). Critical discourse analysis. In D. Tannen, H. E. Hamilton, & D. Schiffrin (Eds.), The handbook of discourse analysis (2nd ed., pp. 466–485). Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781118584194.ch22

Downloads

Published

2026-05-24

How to Cite

Yasmin, K. A., Sipayung, S. B., Sihite, M. A. H., & Jiratullah, H. (2026). Representasi Bencana Ekologi dalam Wacana Berita Online: Analisis Wacana Kritis terhadap Pemberitaan Kebakaran Hutan Sumatera. Indo Green Journal , 4(2), 727 – 733. https://doi.org/10.31004/green.v4i2.310

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)