Tradisi Lisan Hoho Siöligö dalam Upaya Menumbuhkan Nilai Persatuan bagi Penguatan Karakter Generasi Muda di Era Society 5.0
DOI:
https://doi.org/10.31004/green.v4i2.309Keywords:
Hoho Siöligö, Tradisi Lisan, Nilai Persatuan, Penguatan Karakter, Society 5.0Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai persatuan dalam teks Hoho Siöligö serta relevansinya terhadap penguatan karakter generasi muda di era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks. Data penelitian berupa teks Hoho Siöligö yang terdokumentasi dalam penelitian Gulo (2022). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan semiotika Barthes melalui identifikasi makna denotatif dan konotatif dalam teks serta pola penyajian pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai persatuan merupakan nilai yang paling dominan dalam teks Hoho Siöligö yang terdokumentasi. Nilai tersebut tercermin melalui ungkapan verbal, pola call-and-response, gerakan kolektif, dan keterlibatan seluruh komunitas dalam pertunjukan. Nilai persatuan dalam Hoho Siöligö menunjukkan semangat kebersamaan, solidaritas sosial, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya masyarakat Nias. Nilai-nilai tersebut relevan terhadap penguatan karakter generasi muda di era Society 5.0, terutama dalam menumbuhkan kesadaran sosial dan penghargaan terhadap budaya lokal.
References
Amir, M. (2021). Pewarisan nilai melalui tradisi lisan: Pendekatan etnopedagogis. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(1), 45–62.
Andriani, D. (2023). Struktur musikal dan fungsi sosial tradisi vokal komunal Nusantara. Jurnal Etnomusikologi Indonesia, 3(1), 18–34.
Barthes, R. (1967). Elements of semiology. Hill and Wang.
Daulay, H., & Saragih, E. (2023). Kearifan lokal Batak sebagai media pendidikan karakter di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter Nusantara, 4(2), 77–94.
Finnegan, R. (2021). Oral literature in Africa: New perspectives on tradition and continuity (Rev. ed.). Open Book Publishers.
Foley, J. M. (2022). Oral tradition and the internet: Pathways of the mind (2nd ed.). University of Illinois Press.
Gulo, H. (2022). Tradisi lisan Hoho Siöligö dalam upaya menumbuhkan semangat patriotisme: Analisis teks. LWSA Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts, 5(2), 71–76.
Hanum, F., & Rahmawati, Y. (2022). Tradisi lisan sebagai instrumen pendidikan karakter di era digital. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2), 103–118.
Hardiman, F. B. (2021). Demokrasi deliberatif: Menimbang negara hukum dan ruang publik. Kanisius.
Haryanto, A. (2022). Teks ritual dalam sastra lisan Nusantara: Antara fungsi sosial dan pelestarian nilai. Jurnal Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, 10(1), 29–45.
Cabinet Office Japan. (2021). Society 5.0: Science and technology policy. Government of Japan.
Kaelan. (2021). Pendidikan Pancasila: Yuridis, kenegaraan, dan filosofis. Paradigma.
Keraf, A. S. (2021). Etika lingkungan hidup dan kearifan lokal. Gramedia Pustaka Utama.
Kesuma, D. (2021). Pendidikan karakter: Kajian teori dan praktik di sekolah. Remaja Rosdakarya.
Lubis, A. H., & Harahap, R. (2022). Pendekatan kearifan lokal dalam pendidikan karakter: Studi kasus di komunitas adat Sumatera Utara. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 12–28.
Mulyasa, E. (2021). Manajemen pendidikan karakter. Bumi Aksara.
Nasution, M. A., & Lubis, S. (2024). Integrasi nilai budaya lokal dalam kurikulum pendidikan karakter era Society 5.0. Jurnal Inovasi Pendidikan, 6(1), 33–49.
Nilsson, P., & Gustafsson, M. (2021). Oral traditions and moral communities: Reconstructing shared values through narrative. Journal of Cultural Studies, 18(3), 201–218.
Oktaviani, R., & Setiawan, B. (2023). Kearifan lokal dan ketahanan identitas budaya komunitas adat di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(2), 88–106.
Ong, W. J. (2021). Orality and literacy: The technologizing of the word. Routledge.
Prasasti, T. I. (2021). Penguatan karakter berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 11(3), 228–239.
Prasetyo, B., & Trisyanti, U. (2021). Revolusi industri 4.0 dan tantangan perubahan sosial. Proceeding IPTEK-KOM, 3(1), 22–27.
Rafiek, M. (2022). Pengkajian sastra dan tradisi lisan: Teori, metode, dan aplikasi. Pustaka Pelajar.
Rosidi, A. (2021). Kearifan lokal dalam perspektif budaya Sunda dan relevansinya bagi kehidupan masa kini. Kiblat Buku Utama.
Samho, B. (2022). Pancasila dan nilai persatuan dalam kehidupan masyarakat multikultural. Jurnal Filsafat Indonesia, 5(1), 14–29.
Sibarani, R. (2021). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Sitorus, M., & Nasution, R. (2022). Revitalisasi tradisi lisan sebagai media pendidikan karakter pada masyarakat adat di Sumatera Utara. Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 8(2), 134–150.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Supriadi, U., & Fajri, I. (2022). Tantangan pendidikan karakter di era Society 5.0: Individualisme dan lunturnya nilai sosial. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 45–59.
Taum, Y. Y. (2021). Studi sastra lisan: Sejarah, teori, metode, dan pendekatan disertai contoh penerapannya. Lamalera.
Tilaar, H. A. R. (2021). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.
Wibowo, A. (2022). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah: Konsep dan praktik. Pustaka Pelajar.
Widiati, S., & Anggraini, P. (2023). Keterputusan generasi muda dari tradisi lokal di era digital: Analisis fenomenologis. Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara, 5(1), 67–83.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jiwana Nurinsani, Naila Nur Sabila, Nur Fatimah, Stevani Br Situmorang, Daniel Christian Sinaga, Tri Indah Prasasti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








